Kronologi Kecelakaan Mahasiswa UI Vs Pensiunan Polri Versi Polisi

ADVERTISEMENT

Kronologi Kecelakaan Mahasiswa UI Vs Pensiunan Polri Versi Polisi

Rizky Adha Mahendra - detikNews
Sabtu, 26 Nov 2022 19:45 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi kecelakaan (Foto: dok. detikcom)
Jakarta -

Polisi mengungkapkan kronologi kecelakaan maut yang menewaskan mahasiswa Universitas Indonesia (UI), Muhammad Hasya Attalah Syaputra (18), di Srengseng Sawah, Jakarta Selatan. Kecelakaan ini melibatkan pensiunan Polri, ESBW.

Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Joko Sutrisno mengungkapkan kecelakaan bermula saat korban menghindari genangan air di lokasi tersebut. Di saat bersamaan datang mobil Mitsubishi Pajero yang dikendarai ESBW.

"Pemotor hindari genangan air. Jadi ngerem mendadak dia goyang, berbarengan dengan badan dia kena mobil pas lewat si Pajero," kata KJoko Sutrisno saat dihubungi wartawan, Sabtu (26/11/2022).

Motor Ambil Jalur Kanan

Kedua kendaraan tersebut berada di jalurnya masing-masing. Joko mengatakan bahwa motor yang dikendarai korban mengambil sedikit jalur ke kanan.

"Iya sama sama di jalur masing-masing justru malah si motor ambil jalur ke kanan," ucapnya.

Ngerem Mendadak

Joko menegaskan kembali, korban dan teman-temannya saat itu berjalan beriringan. Menurut keterangan saksi di TKP, kata Joko, motor korban mengerem mendadak saat menghindari genangan air.

"Temannya ada yang ikutin dia di belakang, dia juga saksi mengetahui sebenarnya. Kalau versi saksi di TKP itu kelihatannya mengerem mendadak (lalu) oleng (karena) menghindari air," katanya.

Purnawirawan Polisi Dikenai Wajib Lapor

Sebelumnya, polisi masih menyelidiki kecelakaan yang menewaskan mahasiswa Universitas Indonesia (UI), Muhammad Hasya Attalah Syaputra (18), di Srengseng Sawah, Jakarta Selatan(Jaksel). Pelaku yang merupakan pensiunan polisi, ESBW dikenai wajib lapor.

"Diperiksa, malah dia lakukan wajib lapor absensi mingguan. Wajib lapor setiap hari Kamis," kata Joko.

Joko mengatakan pihaknya akan menggelar perkara kasus kecelakaan mahasiswa UI tersebut pada Senin (28/11) besok. Setelah gelar perkara, baru bisa diputuskan apakah kasusnya akan naik ke tingkat penyidikan atau tidak.

"Iya, penyelidikan ke penyidikan. Tinggal pihak Polda, kalau bisa menentukan tersangka, baru keluar SPDP," ungkapnya.

Sejauh ini, sudah ada lima orang saksi yang diperiksa, termasuk teman korban yang naik motor di belakangnya.

detikcom telah menghubungi ESBW untuk meminta tanggapan terkait kejadian ini. ESBW mengatakan kasus tersebut saat ini masih ditangani.

"Sudah dalam proses oleh laka (wilayah) Jaksel," singkat ESBW.

(mea/dhn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT