Simulasi Penanggulangan Darurat Kesehatan di Cilegon, Ini Pesan Walkot

ADVERTISEMENT

Simulasi Penanggulangan Darurat Kesehatan di Cilegon, Ini Pesan Walkot

Inkana Izatifiqa R Putri - detikNews
Sabtu, 26 Nov 2022 19:23 WIB
Pemkot Cilegon
Foto: Dok. Pemkot Cilegon
Jakarta -

Kota Cilegon terpilih sebagai tempat penyelenggaraan Simulasi Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Akibat Cemaran B3 Tahun 2022. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia di Kawasan Industri PT. Krakatau Steel hari ini.

Simulasi ini bertujuan untuk memperkuat kesiapsiagaan pemerintah daerah, khususnya dalam bidang kesehatan. Dengan demikian, pemerintah dapat mengenali berbagai macam ancaman dan risiko, serta mengelola informasi peringatan dini dan memahami rambu peringatan. Kegiatan ini juga bertujuan untuk mengurangi kepanikan dan ketergesaan saat evakuasi yang dapat menimbulkan korban dan kerugian lebih banyak.

Dalam sambutannya Wali Kota Cilegon Helldy Agustian menyampaikan tiga bencana yang ditakutkannya terjadi di Cilegon, yakni bencana alam, bencana industri, dan bencana yang mengakibatkan keduanya. Oleh karena itu, kesiapsiagaan bencana penting untuk dilakukan sebagai langkah antisipasi.

"Ada 3 hal yang saya takutkan terjadi di Cilegon, yang pertama bencana alam, yang kedua bencana industri dan ketiga adalah bencana alam yang mengakibatkan bencana industri, oleh karena itu saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi - tingginya kepada pihak penyelenggara atas dipercayanya Kota Cilegon sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan simulasi ini," ucapnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (26/11/2022).

"Mari kita berinvestasi kesiapsiagaan pada pra bencana, agar dampak bencana yang timbul dapat ditekan, dampak ekonomi lebih murah, dan bermanfaat bagi keberlangsungan usaha dan mata pencaharian masyarakat," lanjutnya.

Dalam mengantisipasi hal ini, Helldy pun menginstruksikan BPBD Kota Cilegon untuk melakukan penyampaian kesiapsiagaan bencana yang lebih luas.

"Kebijakan arus utama yang harus didorong dan dikawal oleh semua pihak adalah program pengurangan risiko bencana dengan memberikan peringatan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman bencana, BPBD Kota Cilegon memiliki peran untuk menyampaikan kesiapsiagaan secara luas kepada masyarakat," katanya.

"Oleh karenanya saya perintahkan kepada badan penanggulangan bencana daerah Kota Cilegon agar pada setiap tanggal 26 Desember untuk melakukan simulasi kesiapsiagaan bencana yang lebih luas dengan berbagai skenario ancaman yang ada di Kota Cilegon," imbuhnya.

Helldy berharap kegiatan ini dapat meningkatkan penanggulangan krisis kesehatan akibat bencana di Kota Cilegon.

"Semoga kegiatan ini dapat memberikan dan melahirkan rumusan-rumusan yang dapat membawa kemajuan dan perbaikan di bidang penanggulangan krisis kesehatan akibat bencana khususnya di Kota Cilegon, sehingga tujuan untuk menciptakan masyarakat Kota Cilegon yang cerdas,adil, makmur, mandiri dan tangguh akan dapat tercapai," harapnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu menjelaskan simulasi ini merupakan bentuk uji Rencana Kontinjensi yang telah dipersiapkan.

"Simulasi lapangan ini merupakan bentuk uji Rencana Kontinjensi yang telah dipersiapkan, tepat dan efektifnya suatu Rencana Kontinjensi Kedaruratan Kesehatan hanya dapat diketahui dengan menerapkannya dalam kejadian sebenarnya atau dengan mengujinya dalam table top exercise maupun simulasi lapangan," paparnya.

Dalam kesempatan ini, ia pun menegaskan agar seluruh pihak dapat berpartisipasi sehingga rencana tersebut mampu diimplementasikan secara baik.

"Rencana Kontijensi hanya dapat diterapkan dengan baik, bila seluruh jajaran terkait dan segenap lapisan masyarakat, termasuk kalangan swasta serta pelaku usaha turut berperan serta dan bekerjasama dengan baik," lanjutnya.

Untuk itu, Maxi mengajak seluruh instansi dan masyarakat agar bekerja sama mewujudkan Cilegon yang siap siaga dalam menghadapi Kedaruratan Kesehatan Masyarakat. Terlebih Cilegon merupakan wilayah yang rawan mengalami bencana alam.


"Kota Cilegon merupakan kawasan industri dan strategis nasional, dimana kawasannya rawan bencana alam seperti gempa bumi, tsunami dan vulkanik, tidak terlepas juga dari ancaman bahaya kimia yang sewaktu waktu dapat terjadi dan menimbulkan dampak kesehatan yang luas sehingga menyebabkan terjadinya suatu Kedaruratan Kesehatan Masyarakat," ungkapnya.

"Oleh karenanya saya mengajak kepada seluruh instansi pemerintah di Kota Cilegon dan masyarakat untuk bahu membahu, saling melengkapi, berkoordinasi, dan bekerjasama dengan sebaik - baiknya dalam mewujudkan Kota Cilegon yang siap siaga menghadapi Kedaruratan Kesehatan Masyarakat khususnya yang diakibatkan oleh bahaya kimia," pungkasnya.

Sebagai informasi, kegiatan kesiapsiagaan ini juga merupakan upaya menerapkan International Health Regulation (IHR) 2005, yang mengamanatkan core capacities setiap negara dalam prevent, detect dan respon terhadap seluruh ancaman kedaruratan kesehatan.

Selain itu, hal ini juga merupakan wujud pelaksanaan amanat Undang Undang nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dalam hal penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan di pintu masuk maupun wilayah, khususnya dalam kesiapsiagaan menghadapi Kedaruratan Kesehatan Masyarakat.

(akn/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT