Ma'ruf Amin: Beda Capres Tak Masalah, Lakum Capresukum Walana Capresuna

ADVERTISEMENT

Ma'ruf Amin: Beda Capres Tak Masalah, Lakum Capresukum Walana Capresuna

Yogi Ernes - detikNews
Sabtu, 26 Nov 2022 12:05 WIB
Maruf Amin beri sambutan
Foto: Screenshot Video
Jakarta -

Wakil Presiden Indonesia Ma'ruf Amin menghadiri pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) yang digelar di Palu, Sulawesi Tengah. Ma'ruf bicara soal pentingnya bersikap santai dalam menyikapi perbedaan pilihan politik.

Ma'ruf Amin awalnya bercerita soal pertemuannya dengan delegasi dari Hukama Al-Muslimin yang berisi para intelektual muslim di dunia. Ma'ruf mengaku para intelektual itu datang untuk belajar toleransi dari Indonesia.

"Kami datang ke Indonesia bukan untuk mengajari orang Indonesia, tapi untuk belajar tentang toleransi dari Indonesia karena Indonesia dianggap negara paling toleran dan akan kita jadikan model bagaimana mengembangkan Islam di dunia," kata Ma'ruf dalam dalam sambutannya di Munas KAHMI di Palu, Sulawesi Tengah, seperti dalam rekaman audio dari Setwapes, Sabtu (25/11/2022).

Ma'ruf lalu bicara soal potensi KAHMI di tengah masyarakat. Dia meminta tiap anggota KAHMI menjadi pembawa pesan kerukunan.

"Saya minta KAHMI mengokohkan pembawa pesan kerukunan dan perdamaian di tengah masyarakat. Anggota KAHMI seyogianya menjadi role model dalam penyebaran informasi yang menyejukkan, yang akan memperkuat nilai-nilai Indonesia dan Islam yang moderat," terang Ma'ruf.

Mantan Ketua MUI ini pun menyinggung soal perbedaan di masyarakat. Dia meminta agar tiap perbedaan itu harus disikapi dengan santai.

"Saya di mana-mana, kalau kita punya perbedaan, ya kita sikapi dengan, kita ini dalam agama kita sudah punya pedoman lakum dinukum waliyadin, bagimu agamamu. Tadi saya senang sekali ada rombongan dari GAMKI ikut dalam acaranya KAHMI. Ini saya kira wujud toleransi, jadi kalau berbeda agama ya sudah, kita tetap bersaudara. Kalau berbeda partai, 'lakum partaiukum walana partaiuna', ya kita sama-sama KAHMI biasa saja berbeda partai," tuturnya.

Ma'ruf pun menyebut perbedaan pilihan politik di tengah masyarakat merupakan hal biasa. Dia meminta perbedaan pilihan presiden tidak menimbulkan perpecahan di masyarakat.

"Kalau berbeda capres, 'lakum capresukum walana capresuna', jadi kita tetap utuh. Saya kira KAHMI harus menjadi pelopor dalam kerukunan, memperkuat nilai-nilai keindonesiaan dan juga keislaman," pungkas Ma'ruf.

Simak juga 'Fadjroel Jelaskan Maksudnya Sindir Sosok Ngaku Capres Sudah Kampanye':

[Gambas:Video 20detik]



(ygs/dhn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT