Heboh Nyaris Rp 100 T di Rekening Brigadir J Dipastikan Bukan Saldo

ADVERTISEMENT

Heboh Nyaris Rp 100 T di Rekening Brigadir J Dipastikan Bukan Saldo

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 25 Nov 2022 21:14 WIB
Perkembangan Kasus Brigadir J: Sambo Minta Maaf-Bharada E Ganti Pengacara
Brigadir Yosua (Foto: Istimewa)
Jakarta -

Media sosial dihebohkan soal adanya dokumen yang menunjukkan rekening milik Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J). Hal ini lantaran Yosua disebut memiliki saldo sebanyak hampir Rp 100 triliun.

Potongan dokumen yang viral itu adalah bagian dari surat pembekuan rekening Brigadir J. Dalam surat itu, tertulis nama Nofriansyah Yosua, nomor rekening, serta tulisan 'Nominal: Rp 99.999.999.999.999'.

Saat dikonfirmasi, Kepala Kepala PPATK Ivan Yustiavandana memastikan bahwa angka tersebut bukan saldo rekening. Melainkan, angka itu adalah nilai plafon tertinggi pembekuan yang lazim dilakukan.

"Itu plafon tertinggi pembekuan. Praktik lazim di perbankan dan selalu menggunakan nilai tertinggi yang hampir mustahil. Itu angka setting di sistem komputer bank, bukan angka saldo," kata Ivan kepada detikcom, Jumat (25/11/2022).

Kenapa Harus Rp 100 T?

Ivan mengatakan jika salah satu bank membekukan salah satu rekening, tentunya diatur dengan nilai tertinggi. Hal ini guna membekukan segala aktivitas transaksi dalam jumlah apa pun.

"Jadi kalau kami perintahkan pembekuan rekening, bank akan setting di sistemnya jumlah maksimal yang akan dibekukan oleh bank sehingga sistem akan membaca numerik yang diberikan," ujarnya.

"Jadi kalau nasabah transaksi masih di bawah numerik tadi, sistem akan mengunci," tambahnya.

Ivan menyebut nilai Rp 100 triliun itu diterapkan karena dinilai merupakan angka tertinggi. Karena angka itu dianggap angka 'impossible'.

Simak selengkapnya di halaman berikut

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT