Cegah Disetop Warga, Distribusi Bantuan Korban Gempa Cianjur Dikawal Polisi

ADVERTISEMENT

Cegah Disetop Warga, Distribusi Bantuan Korban Gempa Cianjur Dikawal Polisi

Arief Ikhsanudin - detikNews
Jumat, 25 Nov 2022 19:40 WIB
Jakarta -

Kepala BNPB Suharyanto mengizinkan bantuan dari relawan bisa langsung disalurkan tanpa melalui posko gempa Cianjur. Suharyanto mengatakan pendistribusian bantuan mulai dikawal polisi.

"Untuk yang ingin mendistribusikan logistik langsung ke pengungsi. Ada beberapa organisasi masyarakat yang meminta secara langsung, tidak harus melewati posko, meski sudah lapor ke posko. Ini diizinkan, tapi dengan pengawalan kepolisian," kata Suharyanto dalam konferensi pers, Jumat (25/11/2022).

Penjagaan polisi ini untuk mencegah kejadian penghadangan terulang. Jadi penyaluran bisa lancar sampai tujuan.

"Sudah mulai dikawal kepolisian untuk mencegah berita viral atau potongan video yang perlihatkan adanya penghadangan-penghadangan entah oleh warga terpantau atau warga lain untuk meminta barang dan uang," katanya.

Sebelumnya, sebuah video viral di media sosial dengan narasi sejumlah warga menghentikan mobil pembawa bantuan korban gempa Cianjur di wilayah Rancagoong, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Para pelaku pun mengaku salah dan meminta maaf.

Dirangkum detikcom, Kamis (24/11/2022), dalam video yang dilihat, pengendara mobil pembawa bantuan memilih memundurkan kendaraan. Tampak gerakan tangan warga seakan menyuruh mobil tersebut mundur.

"Mendingan kita mundur, kita mundur saja deh," kata pengendara mobil tersebut.

Pelaku Minta Maaf

Polisi telah mengamankan tiga pria bernama Peri (24), Rosadi (30), dan Juhendi (32) terkait viral warga menyetop mobil yang membawa bantuan korban gempa Cianjur. Pelaku mengaku salah dan meminta maaf.

Permintaan maaf pelaku itu termuat dalam video yang diunggah oleh akun Instagram Polres Cianjur, Rabu (23/11/2022). Polres Cianjur juga telah mengamankan pelaku.

"Terkait viralnya penghadangan terhadap relawan bantuan sosial pada bencana alam gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Polres Cianjur telah mengamankan tiga pelaku," tulis Polres Cianjur dalam unggahan itu.

Pelaku meminta maaf atas perbuatannya itu. Pelaku menyadari bahwa perbuatannya meresahkan.

"Maka dari itu, kami meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada semua masyarakat Cianjur yang resah atas perbuatan kami tersebut, dan kami mengakui perbuatan tersebut salah serta tidak akan mengulangi perbuatan," kata pelaku bernama Peri dalam rekaman video itu.

Peri mengatakan perilakunya itu tidak patut dicontoh. Karena itu, dia meminta warga lainnya tidak melakukan aksi yang sama.

"Kami mohon kepada warga Cianjur yang terdampak gempa agar tidak mengikuti dan mencontoh perilaku kami," katanya.

(aik/idn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT