Jaksa Cecar Acay Tim CCTV Km 50 soal Kepergian ke Bali: Ada Buktinya?

ADVERTISEMENT

Jaksa Cecar Acay Tim CCTV Km 50 soal Kepergian ke Bali: Ada Buktinya?

Zunita Putri - detikNews
Kamis, 24 Nov 2022 23:01 WIB
Sidang perusakan CCTV terkait pembunuhan Yosua di PN Jaksel (Zunita-detikcom)
Sidang perusakan CCTV terkait pembunuhan Yosua di PN Jaksel. (Zunita/detikcom)
Jakarta -

AKBP Ari Cahya Nugraha alias Acay, yang di dalam surat dakwaan disebut sebagai tim CCTV Km 50, dicecar jaksa penuntut umum terkait kepergiannya ke Bali. Jaksa meminta Acay menunjukkan bukti.

Hal itu terjadi dalam persidangan anak buah Ferdy Sambo, Kompol Chuck Putranto dan Kompol Baiquni Wibowo, di PN Jaksel, Kamis (24/11/2022). Dalam surat dakwaan jaksa, Ferdy Sambo menelepon Hendra Kurniawan pada Sabtu, 9 Juli lalu, sekitar pukul 07.30 WIB, meminta pemeriksaan saksi-saksi terkait kasus tewasnya Brigadir Yosua dilakukan di Biro Paminal agar tak gaduh.

Sambo pun memerintahkan Hendra mengecek CCTV di Kompleks Polri Duren Tiga, tempat pembunuhan Brigadir Yosua. Karena mendapat perintah dari Sambo, Hendra langsung buru-buru menelepon Acay selaku Kanit 1 Subdit 3 Dittipidum Bareskrim Polri saat itu, untuk melakukan screening CCTV di Kompleks Polri Duren Tiga. Acay ini disebut jaksa adalah tim CCTV Km 50.

Ternyata Acay saat itu tengah berada di Bali. Acay kemudian memerintahkan anak buahnya, AKP Irfan Widyanto, untuk mengecek CCTV di rumah dinas Ferdy Sambo itu.

Dalam persidangan ini, Acay mengaku ke Bali karena ada resepsi pernikahan rekannya. Dia mengaku sudah mendapat izin dari atasannya, yakni Dirtipidum, yang saat itu dijabat Brigjen Andi Rian.

"Apa saudara ada bukti yang meyakinkan kami bahwa ada bukti saudara mengikuti resepsi itu?" tanya jaksa dalam sidang.

"Sudah saya berikan ke penyidik. Saya nggak tahu (disita atau tidak) ada foto tiket dan foto-foto selama saya di Bali juga ada," jawab Acay.

"Undangan ada?" cecar jaksa.

"Waktu itu by WA," kata Acay.

"Tapi yang jelas saudara ke Bali bukan menghindari perintah?" tanya jaksa lagi dan dijawab 'tidak' oleh Acay.

Acay mengaku dia sudah minta izin dari jauh hari keberangkatan dia ke Bali. Menurut Acay, saat itu dia diizinkan ke Bali pada Sabtu, 9 Juli 2022.

"Sudah hari-hari sebelumnya (izin), cuma pak dir sampaikan 'jangan berangkat Jumat, berangkat aja Sabtu pagi," kata Acay.

"Kenapa ada arahan gitu?" tanya jaksa lagi.

"Ya saya ikut perintah direktur. Kalau boleh ulang waktu, Pak, saya pengen juga berangkatnya Jumat," jawab Acay.

Hakim pun bertanya siapa atasan Acay yang mengizinkan Acay ke Bali. Acay mengatakan atasannya dia itu Brigjen Andi Rian yang saat itu menjabat Dirtipidum Bareskrim Polri.

"Siapa atasan kamu?" tanya hakim ketua.

"Direktur, Andi Rian," jawab Acay.

Dalam sidang ini, terdakwanya adalah Kompol Chuck Putranto dan Kompol Baiquni Wibowo. Keduanya didakwa merusak CCTV yang membuat terhalanginya penyidikan kasus pembunuhan Yosua Hutabarat.

Perbuatan itu dilakukan mereka bersama dengan empat orang lainnya. Empat terdakwa lain yang dimaksud adalah AKBP Arif Rachman Arifin, dan AKP Irfan Widyanto, Brigjen Hendra Kurnia, dan Kombes Agus Nurpatria Adi Purnama. Mereka didakwa dengan berkas terpisah.

(zap/fas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT