Pelajar Tendang Nenek di Tapanuli Selatan: Kronologi Hingga Pelaku Tersangka

ADVERTISEMENT

Pelajar Tendang Nenek di Tapanuli Selatan: Kronologi Hingga Pelaku Tersangka

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 24 Nov 2022 13:32 WIB
Kasus pelajar tendang nenek di Tapanuli Selatan sudah memasuki tahap baru. Kini, pelaku sudah ditangkap oleh polisi dan ditetapkan menjadi tersangka.
Pelajar tendang nenek di Tapanuli Selatan (Foto: Tangkapan layar video viral)
Jakarta -

Kasus pelajar tendang nenek di Tapanuli Selatan sudah memasuki tahap baru. Kini, pelaku yang menendang lansia tersebut sudah ditangkap oleh polisi dan ditetapkan menjadi tersangka.

Lantas, bagaimana awal mula kejadiannya? Apa motif pelaku menendang nenek tersebut? Simak informasi selengkapnya berikut ini.

Kronologi Pelajar Tendang Nenek di Tapanuli Selatan

Kejadian di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara itu viral di media sosial. Sebuah video menunjukkan sekumpulan pelajar yang sedang mengendarai empat sepeda motor. Salah satu motor berpelat T yang ditumpangi dua pelajar berhenti pas di depan sang nenek.

Remaja itu terlihat berbicara kepada nenek dari atas motor. Namun, tiba-tiba pelajar dari motor yang berhenti di depannya berlari ke arah nenek dan menendang sang nenek. Sang nenek pun jatuh tersungkur.

Kemudian, para pelajar itu pergi meninggalkan sang nenek. Nenek itu juga bangun dan berjalan ke arah berlawanan.

Pelajar tendang nenek di Tapanuli Selatan sudah memasuki tahap baru. Kini, pelaku sudah ditangkap oleh polisi dan ditetapkan menjadi tersangka.Pelajar tendang nenek di Tapanuli Selatan sudah memasuki tahap baru. Kini, pelaku sudah ditangkap oleh polisi dan ditetapkan menjadi tersangka. (Foto: Tangkapan layar video viral)

Pelaku Pernah Pukul Nenek Pakai Kayu

Dilansir detikSumut, ternyata para pelajar itu juga pernah memukul si nenek menggunakan kayu. Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Imam Zamroni mengatakan aksi pemukulan pakai kayu kepada nenek tersebut juga sempat viral di media sosial. Para pelaku sudah diamankan polisi.

"Enam orang (diamankan), yang di video menendang itu ada lima terlihat dalam video yang video pemukulan dengan kayu ada empat pelaku yang dalam video namun kalau digabungkan hanya enam pelaku dari kedua kejadian," kata Imam, dikutip detikcom, Kamis (24/11/2022).

Pelaku Penendangan: Remaja SMK

Para pelajar tersebut adalah teman satu sekolah. Mereka adalah murid kelas 11 di salah satu SMK di Tapanuli Selatan. Usia mereka rata-rata 15-16 tahun.

Motif Pelaku Penganiayaan: Iseng

Pelajar yang menendang lansia itu mengungkapkan motifnya kepada polisi. Mereka mengaku menendang nenek karena iseng.

"Jadi untuk sementara ini, (alasan menganiaya) tidak sengaja atau iseng-iseng. Para pelajar ini (mengaku) tidak ada niat untuk melukai dan lain sebagainya," kata Kapolres Tapsel, AKBP Imam Zamroni.

Perwakilan Orang Tua Pelaku Sempat Minta Maaf

Perwakilan orang tua pelajar pelaku meminta maaf. Permintaan maaf berlangsung di salah satu kantor Desa di Tapsel yang disaksikan Kasat Reskrim Polres Tapsel AKBP Paulus Robert Gorby Pembina dan Plh Kasi Humas Polres Tapsel Briptu Erlangga Gautama Nasution.

"Kami minta maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak yang dirugikan (korban) ataupun masyarakat umum. Kami sangat menyesali perbuatan anak-anak kami ini. Mudah-mudahan tidak terulang lagi," kata salah seorang perwakilan orangtua pelaku yang enggan disebut namanya, dilansir Antara, Kamis (24/11/2022).

"Mudah-mudahan, kami sebagai orang tua membinanya (anak-anak remaja tersebut) agar tidak tidak terulang lagi di kemudian hari," katanya lagi.

Nenek Korban Penganiayaan: Diduga ODGJ

Nenek yang ditendang para pelajar itu diduga orang dalam gangguan jiwa (ODGJ). Nenek tersebut tidak bisa memberikan jawaban secara pasti saat ditanya polisi.

"Orang dalam gangguan jiwa yang mana tidak dapat memberikan keterangan secara pasti apa yang kita butuhkan sehingga langkah kami kepada korban tadi pagi kita melaksanakan pemeriksaan kesehatan ke RS sekaligus kami memohon visum kepada dokter pemeriksa," ucap Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Imam Zamroni.

Polisi juga sudah membawa nenek tersebut ke Dinas Sosial (Dinsos). Selanjutnya, sang nenek akan direhabilitasi untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik

"Untuk saat ini, tadi pagi sudah kami serahkan ke pihak Dinsos untuk dilaksanakan rehabilitasi untuk ibu yang dalam video tersebut sebagai korban," tambah Imam, dikutip detikcom, Kamis (24/11/2022).

Pelaku Ditangkap Polisi

Polisi telah menangkap para pelajar yang menendang nenek tersebut. Mereka satu kelompok dengan para pelajar yang pernah memukul nenek itu dengan kayu. Ada enam orang pelajar yang ditangkap polisi.

"Terus hari Sabtu kemarin sekitar jam 11 kejadiannya, yang terlihat dalam video melakukan penganiayaan menendang salah satu pelaku kepada ibu korban yang sama dengan kejadian sebelumnya itu ada lima orang. Namun mereka dalam kelompok pelajar atau pemuda yang sama dan dari dua kejadian tersebut pelakunya ada enam orang," sebut Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Imam Zamroni.

Dua Pelajar Ditetapkan Jadi Tersangka

Polisi menetapkan dua pelajar yang tendang nenek di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara (Sumut), sebagai tersangka. Kedua pelajar ditetapkan sebagai tersangka setelah proses diversi yang dilakukan selama dua hari terakhir. Proses penyelesaian perkara hukum anak di luar pengadilan itu tidak menemukan titik terang.

"Pada hari Selasa kemarin kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap terhadap terlapor yaitu inisial IH dan PH, dengan didampingi oleh Bapas (Balai Pemasyarakatan) dan Bapas juga sudah melakukan penelitian pemasyarakatan terhadap dua terlapor, sehingga kami menaikkan status dari terlapor menjadi tersangka," kata Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Imam Zamroni, dilansir detikSumut, Kamis (24/11/2022).

Polres Tapsel akan melimpahkan berkas perkara ke pengadilan.

"Rekomendasi dari Bapas, untuk memberikan cepat kepastian hukum terhadap terlapor, kami pada hari Kamis besok akan melimpahkan berkas perkara penganiayaan ringan ini ke Pengadilan Negeri Padangsidimpuan," sambung Imam.

Simak Video: Polisi Tetapkan Pelajar Penendang Nenek di Tapsel Jadi Tersangka!

[Gambas:Video 20detik]



(kny/imk)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT