Gali Penyebab Kematian Keluarga Kalideres, Dokter Forensik Teliti Feses

ADVERTISEMENT

Gali Penyebab Kematian Keluarga Kalideres, Dokter Forensik Teliti Feses

Yogi Ernes - detikNews
Kamis, 24 Nov 2022 12:45 WIB
Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi
Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta -

Polisi telah melakukan autopsi empat jasad keluarga Kalideres yang ditemukan tewas 'mengering' di dalam rumahnya. Temuan feses di tubuh para korban diteliti tim kedokteran forensik.

"Sebagai contoh ya kemarin, berdasarkan keterangan kedokteran forensik, kita menemukan feses," kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (24/11/2022).

Hengki mengatakan temuan feses itu tengah diteliti oleh para ahli. Tim dokter forensik sedang meneliti kandungan yang terdapat pada feses para korban.

"Ini kita harus teliti di laboratorium ini mengandung apa, kan harus diteliti lagi," katanya.

Menurut Hengki Haryadi, temuan feses dalam pemeriksaan forensik terhadap jasad korban juga bisa menjadi salah satu petunjuk bagi penyidik. Hasil penelitian itulah yang nantinya akan menguatkan atau mematahkan indikasi penyebab kematian korban.

"Apakah arti dari temuan autopsi itu, nanti ahli yang akan mengatakan, apakah bisa mengungkap atau mematahkan praduga selama ini kita sedang teliti itu," tutur Hengki.

Spekulasi 'Puasa sampai Mati'

Dua pekan berjalannya penyelidikan kasus kematian satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat, mengundang sejumlah dugaan penyebab kematian. Salah satunya yang mencuat saat ini adalah voluntarily stopping eating and drinking (VSED).

VSED tengah dikaitkan dengan kasus kematian keluarga yang tewas 'mengering' di Kalideres, Jakarta Barat. Muncul spekulasi korban sekeluarga itu secara sengaja melakukan puasa hingga akhirnya meninggal dunia. Spekulasi ini muncul di media sosial.

Spekulasi korban melakukan VSED ini berawal dari hasil autopsi yang menyebut kondisi lambung korban sudah lama tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman. Saat pertama kali melakukan evakuasi, polisi pun tidak menemukan persediaan makanan di rumah korban.
Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi juga telah angkat bicara perihal spekulasi tersebut. Hengki mengaku belum ada kesimpulan yang diambil penyidik terkait kasus kematian satu keluarga di Kalideres.

"Masih dalam penelitian," kata Hengki Haryadi kepada wartawan di Monas, Jakarta Pusat, Rabu (23/11).

Hengki Haryadi mengatakan saat ini pihaknya masih mendalami soal penyebab dan motif kematian korban. Tim psikologi forensik pun telah dilibatkan dalam membuat terang perkara.

"Ini kan ada dua, penyebab kematian dan motif. Motif sedang didalami sama-sama bersama psikologi forensik. Sekarang sedang diautopsi psikologi secara komprehensif," jelas Hengki.

Baca selengkapnya di halaman selanjutnya....

Lihat Video: Anak Keluarga Kalideres Sempat Beri Susu-Sisir Rambut Mayat Ibu

[Gambas:Video 20detik]




ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT