ADVERTISEMENT

Petugas Koperasi Tak Lapor Jasad Keluarga Kalideres Bisa Dipidana?

Yogi Ernes - detikNews
Rabu, 23 Nov 2022 13:28 WIB
Rumah keluarga yang tewas mengering di Perum Citra Garden Extension I, Kalideres, Jakarta Barat.
Rumah sekeluarga tewas 'mengering' di Kalideres, Jakarta Barat, diberi garis polisi. (Ilham Oktafian/detikcom)
Jakarta -

Salah satu temuan penyelidikan polisi mengungkap adanya petugas koperasi yang mengetahui satu korban keluarga di Kalideres, Jakarta Barat, meninggal sejak Mei 2022. Namun petugas koperasi itu tak melapor ke polisi. Lalu apakah petugas koperasi itu bisa dijerat pidana?

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi mengatakan keterangan petugas koperasi itu justru membantu proses penyelidikan.

"Ini justru membantu penyelidikan kita dan ini terungkap dari hasil digital forensik. Kita masih dalami semua," kata Hengki Haryadi kepada wartawan, Rabu (23/11/2022).

Petugas Koperasi Sempat Lihat Jasad Korban

Paman keluarga tewas mengering di Kalideres, Jakarta Barat, Budiyanto Gunawan sekaligus korban, sempat meminta pegawai koperasi, yang melihat korban Renny Margaretha menjadi mayat, tidak melapor kepada siapa pun. Hal itu terjadi saat pegawai koperasi simpan pinjam meninjau rumah untuk proses penggadaian.

Peninjauan itu berlangsung pada 13 Mei. Sejumlah pegawai koperasi simpan pinjam datang ke lokasi tewasnya sekeluarga untuk melihat sertifikat tanah.

"Pada saat lima orang datang di seputaran rumah, dua mediator, satu petugas ataupun pegawai koperasi simpan pinjam ini datang ke depan rumah, kemudian sama-sama masuk ke rumah yang menjadi TKP," kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (21/11).

Begitu sampai di gerbang, pegawai koperasi itu diterima oleh Budiyanto. Pegawai koperasi itu lantas mencium bau busuk.

"Saat itu diterima oleh almarhum Budiyanto. Begitu buka gerbang, langsung terasa bau busuk yang luar biasa pada 13 Mei, ditanyakan kepada pihak rumah, kok bau seperti ini, dijawab adalah got yang lupa dibersihkan," ujarnya.

Pegawai koperasi itu lantas meminta bertemu dengan si ibu sekaligus pemilik sertifikat rumah, yakni Renny Margaretha. Lalu diantarkanlah pegawai itu ke kamar Renny oleh Dian Febbyana selaku anak.

"Kemudian masuk ke dalam rumah, kemudian diminta perlihatkan sertifikatnya, ternyata sertifikat ini atas nama Nyonya Renny Margaretha, ibu Dian. Kemudian ditanyakan Ibu Renny ada di mana, sedang tidur di dalam kamar. Kemudian pegawai koperasi simpan pinjam ini mengajak diantarkan untuk masuk ke dalam kamar," ujar Hengki.

Baca selengkapnya di halaman selanjutnya....

Lihat juga Video: Anak Keluarga Kalideres Sempat Beri Susu-Sisir Rambut Mayat Ibu

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT