Bupati Meranti Curhat ke Mendagri: Penghasil Minyak tapi Termiskin di Riau

ADVERTISEMENT

Bupati Meranti Curhat ke Mendagri: Penghasil Minyak tapi Termiskin di Riau

Raja Adil Siregar - detikNews
Kamis, 24 Nov 2022 11:51 WIB
Bupati Meranti, M Adil menemui Mendagri TIto Karnavian. (Foto: Istimewa)
Bupati Meranti, M Adil menemui Mendagri Tito Karnavian. (Foto: Istimewa)
Pekanbaru -

Bupati Kepulauan Meranti, M Adil, akhirnya bertemu langsung dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di Jakarta. Adil menemui Mendagri setelah sempat tak hadir dalam rapat koordinasi bareng Gubernur Riau Syamsuar, 8 November lalu.

Dalam keterangan tertulis yang diterima detikSumut, Kamis (24/11/2022), pertemuan Adil dan Tito berlangsung di rumah dinas Mendagri, Kompleks Widya Chandra, Kebayoran Baru, Jakarta. Ada beberapa hal yang disampaikan Adil ke Tito, dari alasannya tak menghadiri rakor pada 8 November lalu, termasuk keluhan terkait minimnya alokasi anggaran dari Pemprov Riau untuk percepatan pembangunan di Meranti.

Bahkan Adil mengaku Kepulauan Meranti sebagai daerah termiskin dan terluar di Riau sehingga harus mendapat perhatian lebih. Adil juga mengeluhkan pembagian transfer dana bagi hasil (DBH) migas untuk Meranti yang dinilai tidak sesuai dengan perhitungan. Sebab, produksi minyak bumi Meranti meningkat ditambah harga minyak dunia juga naik, tetapi DBH yang diterima malah berkurang.

"Kalau hitungan kami DBH itu harusnya sekitar Rp 220 miliar, tapi dari PMK (Peraturan Menteri Keuangan) hanya Rp 115 miliar. Sedangkan kami sangat butuh anggaran yang lebih, Meranti itu penghasil minyak tapi termiskin di Riau," keluh Adil ke Mendagri.

Tito meminta Pemkab Meranti menyiapkan surat resmi dilengkapi perhitungan. Termasuk rincian soal jumlah produksi dan DBH yang didapatkan oleh daerah.

"Buatkan surat resmi kepada saya mengenai DBH ini, beserta hitung-hitungannya. Tembuskan ke Menteri Keuangan. Saya nanti mau bawa ke Menteri Keuangan karena banyak daerah lain juga yang komplain DBH-nya tidak sesuai dengan hitung-hitungannya," kata Tito.

Baca selengkapnya di sini

(idh/imk)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT