ADVERTISEMENT

Ketua RT Kompleks Sambo: Pergantian DVR CCTV Tanpa Seizin Saya

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Kamis, 24 Nov 2022 11:38 WIB
Jakarta -

Jaksa penuntut umum (JPU) membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) Ketua RT 5/RW 1 Kompleks Polri Duren Tiga, Seno Sukarto. Dalam BAP-nya, Seno mengatakan pergantian DVR CCTV di pos satpam kompleks tersebut dilakukan tanpa seizinnya.

BAP itu dibacakan di sidang kasus perusakan CCTV yang membuat terhalanginya penyidikan kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat dengan terdakwa mantan Karo Paminal Divpropam Polri Hendra Kurniawan dan Kombes Agus Nurpatria di PN Jaksel, Kamis (24/11/2022). Seno tidak bisa hadir di persidangan karena sakit.

Dalam BAP-nya, Seno menyebut CCTV di Kompleks Polri Duren Tiga sudah ada sejak 2016. CCTV itu merupakan milik warga yang perawatannya dilakukan dengan pendanaan secara swadaya.

"Dapat saya jelaskan CCTV yang dipasang di depan Kompleks Polri Duren Tiga sekitar tahun 2016 merupakan hasil dan inisiatif sehingga CCTV itu milik warga perawatan CCTV dilakukan dengan pendanaan secara swadaya dengan penanggung jawab ketua RT," kata jaksa membacakan BAP Seno.

Seno mengatakan CCTV itu aktif selama 24 jam. CCTV tersebut mempunyai dua DVR dengan masing-masing DVR memiliki delapan channel.

Seno menyebut DVR CCTV berada di pos satpam. Seno mengatakan CCTV itu pernah diperbaiki pada Januari lalu karena rusak akibat tersambar petir.

Seno juga mengaku baru mengetahui penembakan di rumah dinas Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga pada Senin 11 Juli. Penembakan itu sendiri terjadi pada 8 Juli.

"Pada tanggal 9 Juli saya tidak mengetahui atau menerima laporan mengenai pergantian CCTV Kompleks Polri Duren Tiga. Pada hari Senin setelah saya mengetahui bahwa ada penembakan yang terjadi di Komplek Polri Duren Tiga melalui berita dari media," kata jaksa membacakan BAP Seno.

"Saya menghubungi satpam yang melaksanakan piket di 8 Juli 2022, yaitu saudara Marzuki dan satpam yang melaksanakan piket 9 Juli, yakni saudara Japar untuk menanyakan mengenai kejadian CCTV pada tanggal 8 Juli 2022," sambung Seno dalam BAP-nya.

Saat itu, kata Seno, kedua satpam itu menceritakan ada orang yang tidak dikenal mengambil DVR CCTV di Kompleks Polri Duren Tiga. Pengambilan DVR CCTV itu dilakukan pada 9 Juli.

"Marzuki dan Japar menjelaskan secara sekilas bahwa DVR diganti oleh orang tidak dikenal pada tanggal 9 Juli 2022," kata Seno dalam BAP-nya.

Kemudian di tanggal 12 Juli, kata Seno, Marzuki dan Japar mendatangi rumahnya. Mereka menceritakan ada tiga sampai lima orang yang mengaku sebagai anggota polisi datang ke pos satpam dan mengganti DVR CCTV.

"Pada tanggal 12 Juli 2022 07.30 WIB, Marzuki dan Japar datang ke tempat tinggal saya dan menjelaskan bahwa pada tanggal 9 Juli 2022 ada sekitar tiga sampai lima orang yang datang mengaku sebagai anggota polisi ke pos pengamanan Kompleks Duren Tiga, namun tidak memberitahukan di mana petugas dan tidak memberikan nama lalu mereka mengganti DVR CCTV yang ada dengan yang baru," kata jaksa membacakan BAP Seno.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT