Disayangkan, Plt Pengubah Paspor Jadi 10 Tahun Mundur dari Bursa Dirjen

ADVERTISEMENT

Disayangkan, Plt Pengubah Paspor Jadi 10 Tahun Mundur dari Bursa Dirjen

Andi Saputra - detikNews
Rabu, 23 Nov 2022 18:14 WIB
Plt Dirjen Imigrasi Widodo Ekatjahjana saat menyerap aspirasi pengusaha di Surabaya
Plt Dirjen Imigrasi Widodo Ekatjahjana saat menyerap aspirasi pengusaha di Surabaya. (dok. imigrasi)
Jakarta -

Mundurnya Plt Dirjen Imigrasi dalam bursa pencalonan sangat disayangkan oleh para pihak. Salah satunya ahli hukum tata negara Fakultas Hukum Universitas Udayana, Bali, Jimmy Usfunan.

"Sangat disayangkan (mundurnya Widodo, red). Tentunya menjadi luar biasa ketika dengan keterbatasan kewenangan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Imigrasi, mampu mendobrak kerumitan regulasi dan menetapkan inovasi kebijakan yang dirasakan bagi masyarakat. Baik itu kebijakan debirokratisasi dalam penyederhanaan layanan izin tinggal dari 14 hari menjadi 1 hari hingga 3 hari maupun penetapan perpanjangan masa berlakunya paspor dari 5 tahun menjadi 10 tahun," kata Jimmy kepada wartawan, Rabu (23/11/2020).

Persoalan penyederhanaan layanan izin tinggal dikatakan rumit, karena kebijakannya memerlukan rekomendasi dari kementerian/Lembaga lain seperti diatur dalam UU No 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal, PP Nomor 48 Tahun 2021 tentang Keimigrasian dan PP 34/2021 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA), yang perubahannya tidak dapat dilakukan secara cepat.

"Karena itu, terobosan Plt Dirjen Imigrasi Prof Widodo Ekatjahjana patut diapresiasi. Hal ini sejalan dengan kebijakan Presiden Joko Widodo, yang menekankan debirokratisasi, penyederhanaan kerja, penyederhanaan proses yang berorientasi pada pelayanan dalam Pidato Kenegaraan Dalam Rangka HUT ke-74 Kemerdekaan RI Tahun 2019," ujar Jimmy.

Kebijakan lainnya soal perpanjangan masa berlakunya paspor dari 5 tahun menjadi 10 tahun. Hal itu merupakan aktualisasi dari Pasal 2A Peraturan Menteri Hukum dan HAM (Permenkumham) No. 18 Tahun 2022.

"Tentunya, hal ini memunculkan dampak positif, yakni pertama, dengan masa berlakunya paspor diperpanjang, maka mengurangi beban dari warga negara dalam biaya perpanjangan, sebab umumnya surat yang bersifat administratif dievaluasi setiap 5 tahun, dan proses tersebut dikenakan beban biaya, misalnya SIM," beber Jimmy.

Kedua, perpanjangan paspor menguntungkan para pekerja Migran Indonesia di luar negeri dirasakan sebagai bentuk perhatian dan penghargaan negara terhadap para pekerja migran.

"Apalagi, Wakil Presiden dalam acara peringatan hari migran internasional 18/12/21, menyampaikan 'dari jutaan pekerja migran yang berangkat ke berbagai negara selama beberapa tahun terakhir, nilai dana remitansi yang dikirim ke Indonesia mencapai Rp 160 triliun per tahun. Atau kedua terbesar setelah penerimaan devisa dari sektor migas'," beber Jimmy.

Sebagaimana diketahui, dalam lelang terbuka Dirjen Imigrasi itu dikejutkan dengan mundurnya Plt Dirjen Imigrasi Widodo Ekatjahajana dari bursa kursi panas Dirjen Imigrasi. Widodo mundur di saat banyak apresiasi positif terhadap kinerja Ditjen Imigrasi. Widodo hanya berujar pendek dalam suratnya:

Pengunduran diri ini dilakukan atas dasar kesadaran diri dan pertimbangan pribadi, Semoga akan lahir pemimpin baru di Ditjen Imigrasi yang dapat membawa perubahan Imigrasi ke arah yang lebih baik.

Simak juga 'Serba-serbi Paspor Baru yang Berlaku 10 Tahun':

[Gambas:Video 20detik]



(asp/isa)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT