Pengacara Visi Senang Promotor Konser K-Pop We All Are One Ditangkap

ADVERTISEMENT

Pengacara Visi Senang Promotor Konser K-Pop We All Are One Ditangkap

Andi Saputra - detikNews
Rabu, 23 Nov 2022 13:49 WIB
we all are one K-Pop diundur.
We Are All One (Instagram)
Jakarta -

Pengacara PT Visi Musik Asia, Fritz Hutapea, mengaku senang promotor konsep K-Pop 'We All Are One' berinisial PJ ditangkap petugas Imigrasi. Sebab, PT Visi Musik Asia merasa sebagai korban karena hingga hari ini pihaknya belum dibayar oleh PJ. Di mana konser 'We All Are One' ternyata dibatalkan sepihak.

"Awalnya dia datang pakai visa on arrival, datang lalu bikin PT, konser dan acara. Kok bisa? Imigrasi masuk dari situ," kata Fritz Hutapea saat berbincang dengan detikcom, Rabu (23/11/2022).

PT Visi Musik Asia sudah melakukan gugatan hukum perdata terhadap PJ atas batalnya konser 'We All Are One'. Sebab, PT Visi Musik Asia sudah melaksanakan kewajibannya menyiapkan konser K-Pop tersebut tetap dibatalkan PJ dan uangnya raib.

"Klien saya (PT Visi Musik Asia) nggak dibayar hingga hari ini," ucap Fritz Hutapea.

Konser itu sejatinya digelar pada 11-12 November 2022. Namun tiba-tiba penyelenggara mengundurkan acara hingga 2023. Hal itu membuat fans yang sudah membeli tiket marah dan menuntut uangnya dikembalikan. Termasuk PT Visi Musik Asia yang mengurus persiapan konser itu.

"Kami sangat berterima kasih kepada Imigrasi bidang Pengawasan dan Penindakan Imigrasi melakukan pencairan dan menangkap yang diduga mencuri uang konser," ujar Fritz Hutapea.

PJ kini berada di bawah pengawasan Imigrasi. Hal ini membuat tenang para pihak yang dirugikan, termasuk PT Visi Musik Asia.

"Dengan dipegang paspor, maka tidak bisa kabur kapan pun. Ada kepastian di Jakarta dan masih bisa diminta bayar utang," pungkas Fritz Hutapea.

Sebagaimana diketahui, Plt Dirjen Imigrasi meminta kasus itu diproses hingga tuntas.

"Saya sudah perintahkan Direktur Wasdak (Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian, red) agar tegas dan tetap berpegang pada aturan hukum dalam menangani kasus tersebut, karena sudah banyak masyarakat Indonesia yang dirugikan karena sudah telanjur membeli tiket," jelas Plt Direktur Jenderal Imigrasi, Widodo Ekatjahjana dalam keterangan persnya, Rabu (23/11/2022).

Di sisi lain, pihak penyelenggara melalui akun Instagram resmi mereka, @weareallone_official, pada Sabtu (5/11) mengumumkan adanya pengunduran konser hingga Januari 2023. Ketidakjelasan tersebut mengundang amarah penonton yang sudah membeli tiket. Hingga saat ini para penonton terus membagikan tweet dengan hashtag #weallareone_refundmymoney agar PJ sebagai CEO bisa segera ditemukan dan bertanggung jawab atas perbuatannya.

Simak Video 'Kronologi Penangkapan CEO Promotor Konser K-Pop 'We All Are One'':

[Gambas:Video 20detik]



(asp/mae)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT