ADVERTISEMENT

Jokowi Kirim Surpres Calon Panglima TNI, Sekjen DPR Terus Monitor

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Rabu, 23 Nov 2022 13:20 WIB
Indra Iskandar dilantik menjadi Sekretaris Jenderal DPR yang baru. Pelantikan dilakukan di Nusantara IV, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (22/5/2018).
Sekjen DPR RI Indra Iskandar (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR Indra Iskandar memberi penjelasan soal rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan surat presiden (surpres) calon Panglima TNI pengganti Jenderal Andika Perkasa ke DPR hari ini. Indra mengatakan sejauh ini belum ada kabar surat itu sampai di DPR.

"Kami belum dapat kabar tentang pengiriman surpres tersebut, tapi tentu memonitor terus," kata Indra kepada wartawan, Rabu (23/11/2022).

Indra mengatakan surat yang masuk ke DPR nantinya akan dicatat dulu oleh pihak Kesetjenan DPR. Setelah itu, surat tersebut bakal diserahkan ke pimpinan DPR.

"Semua surat masuk tetap harus kami catat dulu dalam agenda persuratan setelah itu barulah disampaikan ke pimpinan," katanya.

Meski belum menerima surpres tersebut, Indra mengatakan pihaknya terus berkomunikasi dengan pihak Istana.

"Ini kami sudah berkomunikasi terus secara baik dengan Setneg," ujar dia.

Jokowi Kirim Surpres Calon Panglima

Sebelumnya diberitakan, Presiden Jokowi akan mengirimkan surpres calon Panglima TNI pengganti Jenderal Andika Perkasa ke DPR hari ini. Surpres dikirimkan hari ini mengingat DPR bakal memasuki masa reses.

"Surpres penggantian Panglima TNI itu, kita kan reses, dalam beberapa waktu ke depan akan reses di DPR. Kita sudah menghitung. Pada hari ini kita akan kirim kepada DPR surpresnya," kata Mensesneg Pratikno di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (23/11).

Namun Pratikno belum bisa menyebutkan nama calon Panglima TNI itu. Dia mengatakan nama itu akan dibuka setelah surpres dikirim ke DPR.

"Nanti. Kalau sudah diterima dari DPR, nanti dari DPR-lah yang menyampaikan," ujar Pratikno.

Dia juga mengungkapkan kriteria calon Panglima TNI pengganti Andika Perkasa. Menurut Pratikno, calon Panglima TNI berasal dari kepala staf atau mantan kepala staf yang masih aktif.

"Jelas kalau calon Panglima TNI itu pasti dari kepala staf atau mantan kepala staf yang masih aktif. Kan clue-nya gitu," ujar dia.

(fca/rfs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT