Kabur ke Hutan, Pembunuh Ojol di Tanah Abang Masuk DPO Polisi!

ADVERTISEMENT

Kabur ke Hutan, Pembunuh Ojol di Tanah Abang Masuk DPO Polisi!

Wildan Noviansah - detikNews
Kamis, 17 Nov 2022 16:11 WIB
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Komarudin (Anggi-detikcom)
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Komarudin (Anggi/detikcom)
Jakarta -

Polisi menduga penusuk pengemudi ojek online (ojol) di Tanah Abang, Jakarta Pusat (Jakpus), kabur ke luar kota hingga ke hutan. Pelaku pembunuhan driver ojol berinisial MRR (24) itu dimasukkan ke dalam daftar pencarian orang (DPO).

"Kita akan sebarkan DPO terhadap pelaku pembunuhan tersebut. Yang bersangkutan intinya harus mempertanggungjawabkan perbuatannya," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Komarudin saat dihubungi, Kamis (17/11/2022).

Komarudin mengatakan pelaku saat ini diduga tengah berada di luar kota. Dia juga menyebut pelaku kerap berpindah-pindah lokasi saat mulai diketahui keberadaannya oleh polisi.

"Iya betul, setelah terdeteksi ada di luar Jakarta, dia pindah lagi. Kemungkinan pelaku ke luar kota," ujarnya.

Komarudin menambahkan Polres Metro Jakarta Pusat bersama Polda Metro Jaya berkoordinasi membentuk tim untuk memburu pelaku. Nantinya tim tersebut akan menyisir baik wilayah Jakarta maupun luar Jakarta yang diduga tempat persinggahan pelaku.

"Satu tim gabungan dari Polres dan satu gabungan dari Polda. Jumlahnya berbeda, satu tim ada yang 10 orang, ada yang 12 orang. Nantinya tim ini menyisir dua titik atau lokasi, ada di seputaran Jakarta dan luar Jakarta," jelasnya.

Motif Masih Didalami

Komarudin menyebut hingga kini motif pembunuhan belum bisa diungkap karena pelaku belum tertangkap. Dia mengatakan beberapa saksi, termasuk kakak korban, sudah diperiksa terkait kasus tersebut.

Berdasarkan keterangan awal dari para saksi, sebelum terjadinya penusukan, korban dan pelaku sempat cekcok. Dia mengatakan cekcok tersebutlah yang saat ini tengah didalami pihak kepolisian.

"Kalau motif kan nanti bisa kita dalami setelah pelaku tertangkap, baru keterangan-keterangan saksi, melihat adanya percekcokan. Awal percekcokan itu kan kita belum tahu. Saksi-saksi yang melihat di TKP melihat memang sempat terjadi cekcok. Kalau kenapanya, itu masih kita dalami," ucapnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT