Perlawanan Jaksa Buntut Aset Indra Kenz Dirampas Negara

ADVERTISEMENT

Perlawanan Jaksa Buntut Aset Indra Kenz Dirampas Negara

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 16 Nov 2022 20:38 WIB
Sidang kasus Binomo Indra Kenz
Indra Kenz. (Foto: detikcom)
Jakarta -

Majelis hakim yang mengadili Indra Kesuma atau Indra Kenz menyatakan barang bukti hasil tindak pidana dalam kasus Binomo dirampas untuk negara. Jaksa penuntut umum melawan lewat permohonan banding.

Dalam kasus ini Indra Kenz divonis 10 tahun penjara. Indra Kenz dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan menyebarkan berita bohong dan penyesatan.

Selain itu Indra Kenz juga divonis membayar denda sebesar Rp 5 miliar yang bila tidak dibayar diganti dengan pidana penjara selama 10 bulan. Indra Kenz dinyatakan terbukti bersalah melanggar Pasal 45A ayat (1) jo Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik serta Pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Lebih lanjut, majelis hakim yang mengadili Indra Kenz menyatakan barang bukti hasil tindak pidana kasus Binomo dirampas untuk negara. Hakim menilai aset yang disita merupakan hasil judi dan trader Binomo merupakan pemain judi.

"Bahwa sebagai upaya serta memberikan edukasi benar kepada masyarakat atas permainan judi dan ketidakcermatan akan ingin cepat mendapat uang dengan cara mudah tanpa bekerja keras maka barang bukti sebagai hasil kejahatan dan oleh karena itu harus dirampas untuk negara," kata hakim ketua Rahman Rajagukguk saat membacakan amar putusan di Pengadilan Negeri Tangerang, Senin (14/11).

Hakim tidak sependapat dengan pertimbangan barang bukti dikembalikan kepada korban. Hakim merujuk pada Pasal 303 KUHAP tentang judi. Hakim menyebut perjudian meresahkan masyarakat.

Adapun hakim mengutip pernyataan Presiden Jokowi dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang meminta judi diberantas. Atas hal itu hakim memerintahkan barang bukti hasil tindak pidana kejahatan kasus Indra Kenz harus dirampas negara.

Korban Menangis Histeris

Para korban mempermasalahkan putusan hakim. Mereka juga keberatan dengan putusan hakim mengenai aset Indra Kenz dirampas untuk negara.

Salah seorang korban, Maru Nazara, menyebut putusan hakim tidak berpihak kepada korban. Dia heran hakim menolak barang sitaan dari Indra Kenz diserahkan kepada korban.

"Hakim tidak punya hati nurani semuanya disita, putusan hakim tidak berpihak," kata Maru di PN Tangerang, Senin (14/11).

Maru berteriak sambil menyatakan tidak memiliki tempat untuk mengadu lagi. Dia menyebut telah ditindas ketidakadilan.

"Wahai bumi, kami tidak punya tempat lagi untuk mengadu. Tuhan segala pencipta langit dan bumi inilah seruan kami. Wahai bumi, Tuhan kami. Orang-orang kecil telah ditindas oleh ketidakadilan, orang-orang kecil telah ditindas oleh ketidakadilan. Hai langit, hai bumi dengarkanlah kami harus kemana untuk mengadu," kata Maru sambil berteriak dan duduk di aspal halaman pengadilan.

Simak selanjutnya di halaman berikut



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT