Cerita Petugas Damkar Bogor Selamat Usai Digigit Ular Kobra

ADVERTISEMENT

Cerita Petugas Damkar Bogor Selamat Usai Digigit Ular Kobra

Muchamad Sholihin - detikNews
Senin, 14 Nov 2022 21:56 WIB
Anggota Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bogor Nurul Akbar
Anggota Tim Rescue Dinas Damkar Kabupaten Bogor Nurul Akbar (Muchamad Sholihin/detikcom)
Bogor -

Salah satu anggota tim rescue Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bogor Nurul Akbar mengaku pernah digigit ular kobra saat melakukan evakuasi. Namun hal itu tidak menyurutkan semangatnya untuk tetap terlibat dalam penanganan ular masuk rumah warga.

"Saya pernah dapat pengalaman hebat, berharga buat saya, saya pernah digigit ular kobra, itu panjangnya 1,5 meter ada panjangnya. Kejadiannya pas evakuasi di Puri Nirwana 3 (Kecamatan Cibinong), tiga bulan lalu, Agustus ya," kata Nurul ketika berbincang dengan detikcom Senin (14/11/2022).

Namun saat itu, kata Nurul, ia berhasil selamat meski ular yang menggigitnya itu termasuk ular dengan bisa tinggi. Pengetahuannya terkait ular mampu menyelamatkannya dari maut.

"Alhamdulillahnya saya baik-baik saja, saya selamat. Karena saya tahu ya bagaimana penanganan awalnya. Alhamdulillah pernah ikut pelatihan, di Damkar kan kita ada pelatihan khusus ya, saya 2 kali ikut pelatihannya, saya sudah ada sertifikat," kata Nurul.

"Tangan yang kegigit sebelah kanan, di sela jempol dan telunjuk. Saat itu langsung saya lakukan pertolongan awal. Saya imobilisasi supaya nggak menyebar," tambahnya.

Nurul sempat dibawa ke rumah sakit karena pimpinannya tidak mau ambil resiko. Namun Nurul menolak disuntik anti bisa karena menurutnya luka gigitan ular masih dalam fase lokal dan tidak membahayakan. Hal itu karena penanganan awal yang tepat.

"Waktu itu saya bilang saya kena karena luka saya masih fase lokal belum pada fase sistemik. Yang berbahaya itu kan kalau kondisi luka itu sudah pada fase sistemik, gejalanya mual muntah, pingsan, itu kan begitu karena tubuh merespons, artinya bisa menyebar. Kan yang penting itu penanganan di awal itu. Kalau tepat insyaallah aman tidak menyebar," terang Nurul.

"Untuk diikat di sekitar lokasi gigitan, sesuai aturan WHO sudah tidak boleh. Diiket, disedot, diiris di bagian tergigit, itu tidak boleh itu. Yang paling aman imobilisasi saja," tambahnya.

Nurul mengaku tidak merasa patah semangat meski nyawanya sempat terancam usai digigit ular kobra. Saat ini, kata Nurul, justru ia tengah bersiaga karena sudah masuk fase ular menetas.

"Wah nggak kapok sih, itu kan memang risiko, yang penting nggak panik dan tahu bagaimana penanganannya. Kita justru sekarang lagi siaga, karena lagi musim ular menetas, lagi banyak-banyaknya laporan kalau musim begini," ucapnya.

Simak selengkapnya pada halaman berikut.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT