Ma'ruf Amin Tegaskan Pancasila Relevan Hadapi Tantangan Zaman

ADVERTISEMENT

Ma'ruf Amin Tegaskan Pancasila Relevan Hadapi Tantangan Zaman

Sukma Nur Fitriana - detikNews
Senin, 14 Nov 2022 16:39 WIB
Maruf Amin
Foto: BPIP
Jakarta -

Wakil Presiden Republik Indonesia Ma'ruf Amin menegaskan Pancasila sangat relevan dalam menghadapi tantangan zaman. Hal ini ia sampaikan pada acara Penguatan Pembinaan Ideologi Pancasila kepada Aparatur Pemerintah Provinsi Banten hari ini.

"Dalam perjalanan sejarahnya Pancasila sebagai dasar negara selalu dihadapkan dengan tantangan tidak ringan, akan tetapi Pancasila selalu berdiri kokoh." ujar Ma'ruf Amin dalam keterangan tertulis, Senin (14/11/2022).

Menurut Ma'ruf Amin, terlepas dari lika-liku tantangan berbagai zaman, Pancasila tetap menjadi panduan untuk hidup dan masih relevan untuk menjawab segala tantangan dalam seluruh sektor pembangunan dari pusat sampai berbagai daerah.

"Pancasila itu bersifat terbuka, tidak kaku yang selalu mengedepankan nilai-nilai luhur," jelas Ma'ruf Amin.

Ia kembali menegaskan Pancasila adalah kesepakatan yang mulia dan lahir sebagai Ideologi Negara. Tujuan adanya Pancasila adalah untuk menyatukan tekad semua orang dan golongan.

"Kalau bahasa agamanya, Pancasila itu 'Kalimatun Sawa' yang artinya titik temu mengedepankan persamaan dan mempersatukan perbedaan", terangnya.

Lebih lanjut, Ma'ruf Amin menyebut Pancasila dengan agama tidak saling bertentangan dan tidak saling menjatuhkan. Keduanya justru saling menguatkan.

"Seorang muslim yang baik, ia adalah muslim yang Pancasilais dan seorang Pancasilais dia adalah muslim yang baik", kata Ma'ruf Amin.

Ma'ruf Amin menekankan kepada Kepala Daerah Kabupaten Kota dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten untuk selalu mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam berbagai kebijakan. Ia juga meminta nilai-nilai Pancasila juga dibawa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

"Para ASN tidak hanya dituntut untuk mengerjakan teknisi, manajerial dan struktural, tetapi harus memiliki jiwa dan karakter Pancasila", tekannya.

Tidak hanya itu, Ma'ruf Amin mengatakan Kepala Daerah dan ASN juga harus ikut serta dalam menghantarkan Indonesia maju dengan mengelola agenda pembangunan nasional.

"Di sini menggambarkan makna penting birokrasi, khususnya ASN untuk melaksanakan amanah sebaik baiknya", paparnya.

Di era globalisasi, Kata Ma'ruf Amin banyak sekali tantangan diantaranya dampak perang di beberapa negara, narkoba, korupsi, dan terorisme. maka dari itu ia berharap ASN harus menjadi garda terdepan dalam menghadapinya.

"Ini harus dipersiapkan sungguh-sungguh dan tandem dengan nilai-nilai Pancasila," pesannya.

Ia turut menuturkan Indonesia perlu konsisten dalam menata, memperbaiki pengelolaan pemerintahan dari dimensi stabilitas, akuntabilitas kualitas yang berdasarkan nilai-nilai luhur Pancasila.

Mantan Anggota Dewan Pengarah BPIP itu juga berpesan untuk menghadapi pemilu 2024, nilai-nilai Pancasila harus dijadikan lokomotif dalam pesta demokrasi tersebut. Ma'ruf juga meminta Pancasila untuk kembali dikenalkan kepada para milenial.

"Menuju Demokrasi 2024 jadikanlah nilai-nilai Pancasila menjadi lokomotif. Hilangkan diskriminasi, tidak memandang ras, agama, suku budaya, adat bahasa. Bapak Ibu sekalian, sudah 23 tahun Pancasila vakum sehingga generasi milenial tidak mengenal Pancasila, maka sangat penting Pancasila dibumikan kembali," pesannya.

Ma'ruf menyoroti data dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), yang menyatakan sebanyak 85 persen generasi milenial telah terpapar radikalisme. Menurutnya hal tersebut dikarenakan belum adanya pemahaman yang baik dalam bermain media sosial.

"Hal itu karena belum tumbuh ketertiban, belum tumbuh kepatuhan hukum, belum tumbuh itikad baik dalam bermedia sosial," katanya.

Kemudian, ia menjelaskan data Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi (Menpan-RB) yang menunjukkan setiap bulan ada 10 ASN dipecat karena radikalisme dan terorisme. Hal ini dikarenakan nilai-nilai Pancasila tidak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Para ASN ini tidak memegang teguh nilai-nilai Pancasila ada yang ingkar sumpah jabatan, ingin mengganti dasar negara, melawan UU dan Ideologi Pancasila," tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ma'ruf juga mensosialisasikan Salam Pancasila sebagai adopsi salam kemerdekaan.

Sementara itu, Penjabat Gubernur Banten Al Muktabar mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia mengaku akan terus berupaya membumikan Pancasila ke seluruh masyarakat. Pihaknya bahkan telah mempersiapkan Peraturan Daerah (Perda) tentang pelaksanaan dan pembelajaran tentang Pancasila.

"Dalam rangka memantapkan Ideologi Pancasila, kita sedang mempersiapkan Perda inisiatif DPRD," terang Al Muktabar.

Ia mengaku setuju dengan Ma'ruf Amin yang mengatakan Pancasila akan terus dijadikan dasar kehidupan, karena relevan dalam menangani persoalan di Daerah.

"Dengan bergotong-royong kita dapat mengatasi persoalan karena Pancasila sangat relevan dalam memberikan solusi," katanya.

Al Muktabar mengucapkan dengan gotong royong keadaan ekonomi Banten tumbuh di atas ekonomi nasional. Tidak hanya itu, dengan semangat Pancasila, Provinsi Banten juga telah menekan angka stunting, kemiskinan dan pengangguran

"Semua jajaran di Banten terus bergotong royong. Dengan persatuan kita dapat menumbuhkan keadaan ekonomi Banten. Dengan semangat Pancasila, pengangguran kita cenderung turun dan ini semua bagian menjalankan nilai-nilai Pancasila," tutupnya.

(ncm/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT