Pengantin di Kulon Progo Wajib Hafal Pancasila, Kemenag Buka Suara

ADVERTISEMENT

Pengantin di Kulon Progo Wajib Hafal Pancasila, Kemenag Buka Suara

Jalu Rahman Dewantara - detikNews
Senin, 14 Nov 2022 14:38 WIB
Pasang Cincin on Javanese Wedding. Traditional Javanese Groom Puts a Ring On The Bride
Ilustrasi Pernikahan (iStock)
Kulon Progo -

Kantor Urusan Agama (KUA) Kapanewon Panjatan, Kabupaten Kulon Progo, DIY, mewajibkan calon pengantin hafal Pancasila dan harus menyanyikan lagu nasional. Kementerian Agama (Kemenag) Kulon Progo buka suara.

"Jadi yang pertama Pak Kepala Kantor (Kemenag) sudah melakukan klarifikasi pada Kepala KUA Panjatan bahwa kegiatan yang dilakukan yakni menyanyikan Garuda Pancasila dan juga membaca teks Pancasila atau menghafal Pancasila ini dilakukan di luar prosesi akad nikah. Jadi tidak menjadi bagian dari prosesi akad nikah tersebut sehingga tidak menambah syarat atau rukun dari akad nikah," ujar Bagian Humas Kemenag Kulon Progo Agung Mabruri saat dimintai konfirmasi wartawan, seperti dilansir detikJateng, Senin (14/11/2022).

"Dalam klarifikasi itu juga Kepala KUA Panjatan menyampaikan pengantin itu ditanya dulu hafal tidak lagu Garuda Pancasila, hafal tidak Pancasila, ketika hafal kemudian baru diminta untuk menyanyikan itu. Kebetulan momentumnya pas karena nikah di tanggal 10 November di Hari Pahlawan," imbuhnya.

Kemenag Kulon Progo mendukung program ini karena program ini dinilai bisa meningkatkan rasa nasionalisme calon pengantin.

"Ya pada dasarnya Kemenag Kulon Progo selalu mendukung program-program yang bisa meningkatkan patriotisme, yang bisa meningkatkan semangat nasionalisme. Jadi itu hanya merupakan bagian kembang-kembang dari kegiatan ketika mengumpulkan banyak orang. Cara yang dilakukan oleh KUA Panjatan hanya salah satu cara saja, banyak cara di KUA yang lain untuk meningkatkan semangat patriotisme dan nasionalisme itu," ujarnya.

Meski begitu, dalam pelaksanaannya perlu adanya komunikasi dengan calon pengantin. Agung mengatakan tak boleh ada pemaksaan demi menjaga suasana kegiatan.

"Jadi hakikatnya ada banyak cara menuju ke sana dan kebetulan karena momentum Hari Pahlawan maka KUA Panjatan mengambil langkah, mengambil cara seperti kemarin. Tapi itu sekali lagi sudah dikomunikasikan dengan calon pengantin tidak kemudian tiba-tiba langsung diminta seperti itu," ucapnya.

Selengkapnya bisa dibaca di sini.

(isa/idh)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT