Nakal! Pengemudi Mobil Tutupi Nopol Pakai Lakban di Jaksel, Disetop Polisi

ADVERTISEMENT

Nakal! Pengemudi Mobil Tutupi Nopol Pakai Lakban di Jaksel, Disetop Polisi

Rizky Adha Mahendra - detikNews
Jumat, 11 Nov 2022 12:28 WIB
Pengemudi Calya tutupi plat nomor pakai lakban.
Pengemudi mobil tutupi pelat nomor pakai lakban (Foto: Instagram @tmcpoldametro)
Jakarta -

Pengemudi mobil Toyota Calya menutupi nopol kendaraan dengan lakban viral di media sosial. Pengemudi tersebut kemudian disetop polisi.

Video tersebut dibagikan akun Instagram TMC Polda Metro Jaya. Dalam potongan video terlihat pelat nomor kendaraan mobil Calya di bagian depan dan belakang ditutupi lakban.

Pengemudi tersebut diberhentikan polisi. Polisi kemudian meminta pengemudi tersebut mencopot lakban pada pelat nomor mobilnya.

"#Polri memberikan imbauan & teguran kepada pengendara Mobil yang menutupi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) dengan lakban di Traffic light Pertanian Jakarta Selatan," demikian tulisan TMC Polda Metro Jaya, dilihat Jumat (11/11/2022).

Dihubungi terpisah, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Latif Usman mengatakan tindakan anggota di lapangan sudah benar.

"Tentunya itu anggota sudah benar melakukan tindakan itu menghentikan, cek kendaraan untuk membuka itu," kata Latif kepada wartawan, Jumat (11/11/2022).

Latif mengatakan pihaknya tidak memberikan sanksi tilang kepada pengemudi nakal tersebut. Latif mengatakan pihaknya mengedepankan upaya persuasif dengan menegur si pengendara tersebut.

Hal ini juga sesuai dengan arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar tidak ada lagi tilang manual di jalanan untuk menghindari pungli. Di sisi lain, menurut Latif, penindakan terhadap pelanggar lalu lintas tidak melulu harus dengan tilang.

"Untuk sementara belum menilang secara manual, jadi menindak bukan harus menilang. Kalau mereka istilahnya masih bisa diperingatkan untuk dilepas, ya dilepas," katanya.

Tetapi, jika dalam faktanya di lapangan ditemukan adanya indikasi pidana dalam upaya pengaburan pelat nomor ini, Polantas akan menyerahkannya kepada Satreskrim.

"Kalau kendaraan tidak sesuai (dengan STNK) tetap kita akan amankan untuk sebagai barang bukti bisa kita serahkan ke fungsi terkait Reskrim untuk menindaklanjuti kalau itu hasil kejahatan atau digunakan untuk tindak kejahatan," tambahnya.

Lebih lanjut, terkait pelat nomor yang ditutupi lakban ini juga tidak diatur dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Sehingga, dalam kasus ini, polisi hanya meminta pengemudi supaya mencopot lakban tersebut.

"Nggak, sanksi pidana tidak ada, itu kan pelanggaran. Jadi, setelah itu dihentikan, dicek surat-surat kendaraannya benar atau tidak. Kalau benar, suruh dilepas saja untuk diperingatkan. Jadi tidak ada masalah. Kalau suratnya tidak benar, langsung dibuat laporan polisi (LP)," imbuhnya.

(mea/fjp)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT