Pengacara Taqy Malik: Uang Rp 777 Juta dari Reza Paten Dipakai Bangun Masjid

ADVERTISEMENT

Pengacara Taqy Malik: Uang Rp 777 Juta dari Reza Paten Dipakai Bangun Masjid

Wildan Noviansah - detikNews
Kamis, 10 Nov 2022 18:23 WIB
Jakarta -

Taqy Malik diperiksa sebagai saksi kasus penipuan terkait robot trading Net89 setelah menjual sepeda Brompton kepada Reza Paten dengan harga Rp 777 juta. Kuasa hukum Taqy Malik, Dedy DJ, menyebut uang itu sudah digunakan untuk membangun masjid di Kota Bogor.

"Uangnya yang diterima Taqy Malik ini dipergunakan untuk membangun masjid yang ada di wilayah Kota Bogor. Artinya uang tersebut tidak digunakan secara pribadi ataupun dia memakan uang tersebut," kata Dedy di Bareskrim Polri, Kamis (10/11/2022).

"Rp 777.777.770," kata Dedy saat ditanya jumlah uang yang diterima dari lelang itu.

Dedy mengklaim penyidik juga tidak menuntut Taqy mengembalikan uang tersebut. Dia mengatakan uang itu digunakan untuk kepentingan masyarakat banyak.

"Oh, tidak (pengembalian uang). Tidak ada karena uang itu sudah digunakan untuk keperluan masjid. Kebutuhan kepentingan masyarakat banyak, karena Taqy Malik ini sebagai penceramah ya dan mendidik juga para santri yang ada di sana," ujarnya.

Reza Paten Dijerat Pasal Berlapis

Bareskrim Polri resmi menetapkan Reza Shahrani atau Reza Paten sebagai tersangka di kasus penipuan dan penggelapan robot trading Net89. Polisi menjerat Reza Paten dengan pasal berlapis.

"Reza Shahrani (Reza Paten) sudah jadi tersangka di Net89," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan saat dihubungi, Sabtu (5/11).

Whisnu mengaku penyidik sudah memiliki cukup alat bukti untuk menetapkan Reza Paten sebagai tersangka. Whisnu mengatakan Reza Paten dijerat pasal berlapis, yaitu 378 KUHP dan/atau Pasal 372 KUHP dan/atau Pasal 45 ayat 1 juncto Pasal 28 dan/atau Pasal 34 ayat 1 juncto Pasal 50 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 79.

Reza Paten juga dijerat Pasal 69 ayat 1 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2011 tentang Tindak Pidana Transfer Dana dan/atau Pasal 46 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 198 tentang Perbankan dan/atau Pasal 8 dan/atau Pasal 9 Jo Pasal 62 ayat (1) dan/atau Pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan/atau.

Terakhir, tambah Whisnu, Reza Paten dijerat Pasal 105 dan/atau Pasal 106 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja Perubahan atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan/atau Pasal 90 juncto Pasal 104 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal dan/atau Pasal 3, Pasal 4, Pasal 5 dan Pasal 6 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang juncto Pasal 55 KUHP juncto Pasal 56 KUHP juncto Pasal 64 KUHP juncto Pasal 65 KUHP.

(haf/haf)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT