Warga Marunda Masih Keluhkan Debu Batu Bara, DKI Pastikan Bukan dari PT KCN

ADVERTISEMENT

Warga Marunda Masih Keluhkan Debu Batu Bara, DKI Pastikan Bukan dari PT KCN

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Kamis, 10 Nov 2022 15:05 WIB
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto (Tiara Aliya Azzahra/detikcom)
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto (Tiara Aliya Azzahra/detikcom)
Jakarta -

Warga Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Marunda, Cilincing, Jakarta Utara (Jakut), masih mengeluhkan adanya pencemaran debu batu bara. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta memastikan PT KCN yang sempat disanksi akibat pencemaran batubara sudah tidak melakukan bongkar muat lagi.

"Memang betul PT KCN itu di sekitar Marunda itu masih banyak sekali industri-industri yang menggunakan batu bara. Baik sebagai bahan bakarnya maupun bongkar muatnya. Kalau dari KCN sendiri bisa kita pastikan di sana tidak ada bongkar muat lagi," kata Kepal Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto, di Istiqlal, Jakarta Pusat, Kamis (10/11/2022).

Asep mengatakan pihaknya sedang berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk mencari tahu sumber pencemaran lain yang ada di sana. Saat ini, pihaknya juga memantau pabrik-pabrik lain yang ada di wilayah Marunda untuk mengetahui ada tidaknya pencemaran yang dihasilkan dari operasionalnya.

"Dan ini sedang kita coba koordinasikan dengan KLHK terhadap sumber pencemar lainnya. Apakah memang... saya sudah menugaskan tim saya sebagai tindak lanjut dari sanksi KCN untuk dapat melihat, memantau pabrik-pabrik, industri mana lagi yang masih mencemari degan batu bara," ujarnya.

Sebelumnya, warga Rusunawa Marunda, Cilincing, Jakarta Utara (Jakut), kembali terdampak pencemaran debu batu bara. Hingga Selasa (25/10), pencemaran masih terjadi.

"Pada tanggal 21 Oktober 2022 telah terjadi kembali pencemaran debu batu bara di wilayah rusunawa Marunda dan sekitarnya," kata Pengurus Forum Masyarakat Rusunawa Marunda (FMRM) Cecep Supriadi kepada detikcom, Selasa (25/10/2022).

Warga belum belum mengetahui asal-usul pencemaran debu batu bara tersebut. Warga heran pencemaran masih terjadi setelah izin operasi PT Karya Citra Nusantara (KCN) dicabut sementara.

"Sampai saat ini kami belum tahu siapa perusahaan yang melakukan pencemaran ini setelah PT KCN dicabut sementara izin bongkar muatnya," katanya.

Cecep mengatakan pengurus FMRM langsung meninjau lokasi setelah mendapatkan laporan masyarakat terkait pencemaran debu batu bara tersebut.

"Kami mendapatkan laporan dari masyarakat Rusunawa Marunda di blok D3 bahwa debu batu bara masuk lagi. Setelah itu, kami investigasi ke blok D3 dan ternyata memang benar debu batu bara masuk lagi. Kami langsung memberikan info kepada ketua FMRM bahwa pada Jumat (21/10) telah terjadi pencemaran kembali," ujarnya.

Lapor ke Sudin LH Jakut

Saat ini pengurus rusunawa telah melaporkan kejadian tersebut kepada Sudin Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Utara. Namun warga belum mendapatkan tanggapan dari pihak Sudin LH Jakut.

"Hingga saat ini setelah dilaporkannya pencemaran yang terjadi kembali kepada Sudin LH Jakarta Utara oleh ketua FMRM melalui via WhatsApp belum ada jawaban yang pasti dari pihak Sudin LH Jakut," ucap Cecep.

(dek/eva)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT