Dua Polisi di Kasus Prank KDRT Baim Wong Akan Diperiksa Lagi Besok

ADVERTISEMENT

Dua Polisi di Kasus Prank KDRT Baim Wong Akan Diperiksa Lagi Besok

Mulia Budi - detikNews
Rabu, 09 Nov 2022 17:21 WIB
Baim Wong dan Paula Verhoeven ditemui wartawan usai pemeriksaan terkait video prank KDRT di Polres Metro Jakarta Selatan, Jumat (7/10/2022).
Baim Wong dan Paula Verhoeven (Palevi/detikcom)
Jakarta -

Kasus laporan prank kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan Baim Wong dan istrinya, Paula Varhoeven, masih berlanjut. Polres Jaksel akan memeriksa dua anggota Polsek Kebayoran Lama yang terlibat dalam kasus prank KDRT tersebut, besok.

"Kemudian besok dijadwalkan hari dan tanggal oleh penyidik untuk memeriksa anggota kita yang di Kepolisian sebagaimana rekan-rekan tahu di Polsek Kebayoran Lama," kata Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Nurma Dewi kepada wartawan, Rabu (9/11/2022).

Nurma mengatakan pihaknya masih terus mengusut kasus tersebut. Dia menyatakan tak tertutup kemungkinan Baim Wong dan Paula Varhoeven akan diperiksa kembali.

"Yang jelas jika memang penyidik merasa kurang dengan laporan yang dilaporkan pasti kita meminta kembali untuk keterangan, untuk memperjelas atau melengkapi kasus yang ada," ujarnya.

Sebelumnya, polemik prank laporan KDRT yang dilakukan pasangan artis Baim Wong dan Paula terus bergulir. Usai dua laporan polisi terdaftar di Polres Metro Jakarta Selatan, Baim dan Paula kini dilaporkan ke Polda Metro Jaya.

Sebelumnya, dua anggota Polsek Kebayoran Lama telah diperiksa soal konten prank KDRT Baim Wong dan Paula ini. Kedua polisi itu mengaku tidak tahu soal konten prank yang dilakukan Baim Wong dan Paula.

Laporan itu dilayangkan oleh pria bernama Prabowo Febriyanto. Prabowo melaporkan Baim Wong dan Paula ke Polda Metro Jaya pada Kamis (6/10).

"Iya benar. Kita di sini melaporkan Baim Wong dan Paula ya, bukan hanya Baim Wong saja," kata Prabowo saat dihubungi, Jumat (7/10/2022).

Menurut Prabowo, tindakan prank pembuatan laporan dari Baim Wong dan Paula di Polsek Kebayoran Lama tidak dibenarkan. Terlebih, hal itu juga dilakukan oleh figur publik yang memiliki pengaruh di masyarakat.

"Yang dirugikan ini pihak institusi Polri yang mana citranya sedang di ambang kegaduhan. Dan apa yang kita lakukan ini sebagai contoh untuk para content creator supaya hal ini tidak terjadi lagi dan lebih memahami peraturan UU yang berlaku," terang Prabowo.

Baca selengkapnya di halaman selanjutnya....



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT