Polisi Cek Lab Sejumlah Jajanan di MTs Jaksel Buntut 16 Siswa Keracunan

ADVERTISEMENT

Polisi Cek Lab Sejumlah Jajanan di MTs Jaksel Buntut 16 Siswa Keracunan

Mulia Budi - detikNews
Selasa, 08 Nov 2022 14:56 WIB
Kapolsek Pesanggrahan Kompol Nazirwan
Kapolsek Pesanggrahan Kompol Nazirwan (Mulia Budi/detikcom)
Jakarta -

Polisi masih menunggu hasil uji laboratorium (uji lab) jajanan spageti yang diduga menyebabkan 16 siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Darussalam Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, keracunan hingga mual dan muntah. Hasil uji lab jajanan spageti itu belum juga keluar.

"Jadwal dari puskesmas seharusnya minggu kemarin (keluar hasil labnya), mungkin masih pendalaman, kita tunggu saja," kata Kapolsek Pesanggrahan Kompol Nazirwan kepada wartawan, Selasa (8/11/2022).

"Sudah ditanya sama dokternya, nanti diinfo jika sudah keluar," imbuhnya.

Nazirwan mengatakan sampel jajanan yang diuji lab bukan hanya spageti tersebut. Dia menerangkan ada sejumlah jajanan lain yang dijual di depan MTs Darussalam yang juga diuji lab.

"Bahwa yang dicek itu jajanan yang ada di sana (yang dijual di depan sekolah), jadi tidak hanya tertuju pada satu," ucapnya.

Sebelumnya, sebanyak 16 siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Darussalam, Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, diduga keracunan usai menyantap jajanan spageti yang dijual di depan sekolah. Imbas kejadian itu, MTs Darussalam melarang pedagang berjualan di depan area sekolah.

"Setelah kejadian, pedagang tidak diperbolehkan menjajakan jajanan di depan sekolah," kata Kepala MTs Darussalam Ulujami, Syafruddin, saat dikonfirmasi, Senin (31/10).

Dia mengatakan para siswa diwajibkan membawa bekal dari rumah. Dia menuturkan siswa hanya diperbolehkan membeli makanan dari kantin di dalam sekolah.

"Sehingga tidak ada lagi siswa yang jajan (dari luar di depan sekolah). Siswa diwajibkan membawa bekal dari rumah," ujarnya.


16 Siswa sudah Kembali Belajar

Lebih lanjut, dia mengatakan kondisi 16 siswa yang diduga keracunan itu telah sehat. Para siswa juga sudah kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah.

"Anak-anak yang keracunan sudah belajar seperti biasa," ucapnya.

(yld/yld)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT