Mediasi Gugatan Pembangunan Gereja di Cilegon Deadlock

ADVERTISEMENT

Mediasi Gugatan Pembangunan Gereja di Cilegon Deadlock

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Jumat, 04 Nov 2022 10:46 WIB
Mediasi Gugatan Pembangunan Gereja di Cilegon Deadlock
Foto: Dok. istimewa
Serang -

Mediasi pertama untuk gugatan terkait pembangunan Gereja HKBP Maranatha Cilegon antara penggugat dan para tergugat deadlock di Pengadilan Negeri Serang. Belum ada kesepakatan atas gugatan ke Kementerian Agama mengenai pembangunan gereja di kota baja itu.

"Sidang mediasi perkara gugatan Menag Yaqut Cholil Qoumas mengalami deadlock dan tidak ada hasil antara penggugat dan tergugat," kata penggugat Ahmad Munji selaku Sekjen PB Al Khairiyah, Serang, Jumat (4/11/2022).

Dia mengatakan di sidang mediasi itu deadlock dan tergugat lain yaitu panitia pembangunan gereja dan para tergugat lain meminta untuk mencabut gugatan. Namun Munji menyebut permohonan itu ditolak karena berbagai alasan.

Pertama, Munji menyebut proses perizinan saat permohonan pembangunan gereja di Cilegon beberapa waktu lalu tidak sesuai dengan Pasal 9 dan Pasal 14 Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 tahun 2006 dan Nomor 8 Tahun 2006.

Dia mengatakan persoalan ini harus memiliki ketetapan pengadilan untuk menjaga kondusifitas Kota Cilegon dan jika tidak diselesaikan melalui jalur hukum maka akan menimbulkan masalah. Termasuk mengganggu kerukunan antar umat beragama.

"Padahal Cilegon sudah damai berdampingan dan kondusif," katanya.

Selain itu, Munji juga mengatakan untuk edukasi hukum ke masyarakat bahwa setiap kelompok atau individu boleh melakukan upaya hukum dan berjuang secara konstitusi. Karena mediasi deadlock, mediasi kedua akan dilanjutkan dua pekan ke depan.

Jadwal mediasi antara penggugat, pihak perwakilan Menag, HKBP Maranatha dan para tergugat lain akan dijadwalkan mediasi pada 17 November di Pengadilan Negeri Serang.

Lihat juga video 'Tak Punya Gereja, Umat Kristen di Cilegon Ibadah ke Serang':

[Gambas:Video 20detik]



(bri/idn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT