Besok, Haris-Fatia Kembali Diperiksa sebagai Tersangka di Kasus 'Lord Luhut'

ADVERTISEMENT

Besok, Haris-Fatia Kembali Diperiksa sebagai Tersangka di Kasus 'Lord Luhut'

Yogi Ernes - detikNews
Senin, 31 Okt 2022 22:38 WIB
Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti sedianya menjalani mediasi dengan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan soal kasus dugaan pencemaran nama baik. Tetapi, mediasi batal digelar hari ini.
Haris Azhar (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Kasus pencemaran nama baik yang dilaporkan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan dengan tersangka Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti masih bergulir. Haris dan Fatia akan kembali menjalani pemeriksaan tersangka.

Pemeriksaan tersangka keduanya bakal digelar di gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya pada Selasa (1/11) mulai pukul 11.30 WIB. Rencana pemeriksaan tersangka itu dibenarkan oleh Haris Azhar.

"Iya, pemeriksaan tambahan," kata Haris saat dihubungi detikcom, Senin (31/10/2022).

Hal senada disampaikan oleh Fatia Maulidiyanti. Dia menegaskan akan hadir dalam pemeriksaan tersangka itu bersama Haris Azhar.

"Iya," singkat Fatia.

detikcom telah menghubungi Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan dan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Auliansyah Lubis soal pemeriksaan Haris dan Fatia. Namun, keduanya belum memberikan tanggapan.

Rencana pemeriksaan besok merupakan kali kedua Haris dan Fatia diperiksa sebagai tersangka dalam kasus yang dilaporkan Luhut Binsar Pandjaitan. Keduanya telah menjalani pemeriksaan tersangka perdana pada 21 Maret 2022.

Awal Mula Kasus

Kasus ini bermula ketika Haris dan Fatia mengaitkan nama Luhut dengan perusahaan bisnis tambang di Papua. Pernyataan ini muncul dalam di channel YouTube Haris Azhar yang berjudul 'Ada Lord Luhut di Balik Relasi Ekonomi-OPS Militer Intan Jaya Jendral BIN Juga Ada!!NgeHAMtam'.

Dalam video itu, Haris dan Fatia membahas soal perusahaan bernama PT Tobacom Del Mandiri. Perusahaan ini disebut sebagai anak usaha Toba Sejahtra Group, yang sahamnya dimiliki oleh Luhut. Perusahaan ini disebut bermain bisnis tambang di Papua.

"PT Tobacom Del Mandiri ini direkturnya adalah purnawirawan TNI, namanya Paulus Prananto. Kita tahu juga bahwa Toba Sejahtra Group ini juga dimiliki sahamnya oleh salah satu pejabat kita. Namanya adalah Luhut Binsar Pandjaitan (LBP), The Lord, Lord Luhut. Jadi Luhut bisa dibilang bermain dalam pertambangan-pertambangan yang terjadi di Papua hari ini," kata Fatia dalam video tersebut.

"LBP, Lord Luhut," jawab Haris.

Lebih lanjut, Fatia mengaitkan nama-nama tersebut, termasuk Luhut, sebagai orang yang ada di balik pemenangan Presiden Jokowi dalam Pilpres 2014.

Luhut kemudian melaporkan Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti ke Polda Metro Jaya pada Rabu 22 September 2021. Luhut karena merasa difitnah karena dikaitkan dengan bisnis tambang di Papua.

Dalam kesempatan itu, Luhut menyampaikan dirinya telah mensomasi Haris Azhar dan Fatia, namun tidak ditanggapi. Luhut akhirnya menempuh jalur hukum setelah dua kali somasi tidak digubris.

"Ya karena sudah dua kali dia nggak mau (minta maaf), saya kan harus mempertahankan nama baik saya, anak-cucu saya. Jadi saya kira sudah keterlaluan karena dua kali saya sudah (suruh) minta maaf nggak mau minta maaf, sekarang kita ambil jalur hukum jadi saya pidanakan dan perdatakan," jelas Luhut di Polda Metro Jaya, Rabu (22/9/2021).

Lihat juga video 'Haris Azhar: Saya Nggak Takut Ditahan!':

[Gambas:Video 20detik]



Selengkapnya di halaman selanjutnya



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT