Haris-Fatia Akan Hadirkan Saksi Periset Tambang Papua di Kasus 'Lord Luhut'

ADVERTISEMENT

Haris-Fatia Akan Hadirkan Saksi Periset Tambang Papua di Kasus 'Lord Luhut'

Yogi Ernes - detikNews
Senin, 04 Apr 2022 12:57 WIB
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan telah selesai menjalani pemeriksaan terkait laporannya soal pencemaran nama baik Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti. Luhut diperiksa selama 1 jam atas laporannya tersebut.
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Kasus pencemaran nama baik terhadap Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan dengan tersangka Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti masih bergulir. Siang ini, Haris dan Fatia akan menghadirkan periset untuk diperiksa sebagai saksi di kasus tersebut.

"Iya pukul 13.00 WIB siang ini akan ada pemeriksaan saksi-saksi dari Fatia dan Haris. Ada tiga saksi yang diperiksa," kata Kepala Divisi Hukum KontraS Andi Muhammad Rezaldy saat dihubungi, Senin (4/4/2022).

Andi mengatakan ketiga saksi itu merupakan para peneliti. Mereka bagian dalam tim riset yang menemukan adanya dugaan keterlibatan Luhut dalam bisnis tambang di Papua.

"Kesemuanya itu tim periset dari laporan Ekonomi politik penempatan militer di Papua, Intan Jaya," ujar Andi.

Menurut Andi, para saksi ini akan diperiksa terkait temuan dalam hasil riset mereka. Dia menyebut pemeriksaan ketiga saksi itu bakal menguatkan rekam jejak Luhut Pandjaitan dalam kaitannya di bisnis tambang Papua.

"Saksi yang hadir akan membahas seputar riset dan temuan-temuan yang ada dalam riset tersebut. Para saksi ini tentunya akan menguatkan bahwa memang ada rekam jejak bisnis tambang LBP di Papua," tutur Andi.

Haris-Fatia Jadi Tersangka

Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti telah ditetapkan sebagai tersangka dalam laporan pencemaran nama baik yang dilayangkan Luhut Binsar Pandjaitan. Keduanya tidak ditahan meski telah ditetapkan tersangka.

Haris Azhar dan tim pengacaranya sempat mendatangi Polda Metro Jaya pada Rabu (23/3). Ada sejumlah bukti yang diserahkan Haris ke penyidik.

"Jadi kami ada sekitar 15 atau 20 list Bukti yang kami berikan dan ini tidak berhenti di sini, masih bisa kami sampaikan berikutnya," kata pengacara Haris Azhar, Nurkholis Hidayat, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (23/3).

"Bukti mulai dari catatan kaki dan bukti autentik dokumen perusahaan yang sah, legal, valid," tambahnya.

Baca selengkapnya di halaman berikutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT