ICW Dorong Kejagung Segera Usut Tuntas Kasus Korupsi Impor Baja

ADVERTISEMENT

ICW Dorong Kejagung Segera Usut Tuntas Kasus Korupsi Impor Baja

Yulida Medistiara - detikNews
Selasa, 25 Okt 2022 17:13 WIB
Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung)
Kejaksaan Agung (Foto: dok. Kejagung)
Jakarta -

Indonesia Corruption Watch (ICW) meminta Kejaksaan Agung (Kejagung) mengusut tuntas dugaan kasus korupsi impor baja. ICW meminta Mendag Zulkifli Hasan melakukan bersih-bersih di jajarannya.

"Rasanya tidak hanya di Kemendag aja, di setiap lembaga pemerintah harus menerapkan hidup bersih, antikorupsi maksudnya. Nggak menunggu ada kasus dulu," kata Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Agus Sunaryanto, dalam keterangannya, Selasa (25/10/2022).

Menurutnya, Zulhas harus melakukan upaya pencegahan, misalnya dengan cara mengaktifkan pengawasan internal melalui APIP. Serta mengingatkan jajarannya untuk mengisi LHKPN.

"Misal aturan soal konflik kepentingan ditegakkan, pengendalian, gratifikasi, sanksi kalau tidak lapor LHKPN, kasih reward kalau lapor, dan lainnya," kata Agus.

Selain itu, Agus meminta Kejagung mengusut tuntas kasus dugaan korupsi impor baja tersebut. Bahkan, kata dia, Kejaksaan perlu menetapkan tersangka siapa saja yang diduga terlibat dalam kasus dugaan korupsi impor baja.

"Kejagung segera menuntaskan kasus ini dan segera menetapkan siapa pun orang yang diduga terlibat, baik dari pihak swasta maupun Kemendag," ujarnya.

Di sisi lain, pengamat kebijakan publik, Trubus Rahadiansyah, mengatakan Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan harus melakukan bersih-bersih di internalnya. Sebab, ia menduga adanya keterlibatan oknum di Kemendag dalam kasus impor baja.

"Harusnya menterinya melakukan bersih-bersih. Karena kebobrokan administrasi di Kemendag, banyak oknum bermain dalam tataran kebijakan termasuk persoalan minyak goreng. Menurut saya, itu momen (bersih-bersih)," ungkapnya.

Dalam kasus impor baja ini terdapat 3 orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Berkas 3 tersangka itu telah dilimpahkan ke pengadilan untuk disidangkan.

Tiga tersangka perorangan itu adalah:

1. Taufik (T) selaku manajer di PT Meraseti Logistik Indonesia;
2. Tahan Banurea (TB) selaku Analis Perdagangan Ahli Muda pada Direktorat Impor Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag); dan
3. Budi Hartono Linardi (BHL) selaku pemilik dari PT Meraseti Logistic Indonesia.

Sedangkan 6 tersangka korporasi adalah PT Bangun Era Sejahtera (PT BES), PT Duta Sari Sejahtera (PT DSS), PT Inti Sumber Bajasakti (PT IB), PT Jaya Arya Kemuning (PT JAK), PT Perwira Adhitama Sejati (PT PAS), dan PT Prasasti Metal Utama (PT PMU).

Dalam perkara ini, jaksa menduga adanya korupsi dalam impor besi atau baja, baja paduan, dan produk turunannya pada 2016-2021.

Simak juga 'Kejagung Tetapkan Tersangka Korupsi Impor Besi di Kemendag':

[Gambas:Video 20detik]



(yld/dhn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT