Hendropriyono Singgung Masa Jabatan Presiden di Depan Purnawirawan AD

ADVERTISEMENT

Hendropriyono Singgung Masa Jabatan Presiden di Depan Purnawirawan AD

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Selasa, 25 Okt 2022 16:48 WIB
AM Hendropriyono, mantan kepala BIN
Hendropriyono (Pradito Rida Pertana/detikcom)
Jakarta -

Mantan Kepala BIN AM Hendropriyono berbicara soal stabilitas pemerintahan. Menurut Hendro, presiden yang sedang menjabat biarkan menjalankan tugasnya dan jangan 'digergaji'.

Hal itu disampaikan Hendro saat menjadi pembicara dalam acara yang digelar Persatuan Purna Wirawan Angkatan Darat dengan tema 'Berjuang Dalam Partai Politik' yang disiarkan secara virtual, Selasa (25/10/2022). Awalnya Hendro menyinggung Rwanda, sebuah negara di Afrika Tengah yang saat ini dinilai sudah maju padahal sumber daya alamnya tidak sebagus Indonesia.

"Rwanda itu Singapur-nya Amerika, bersih semua, bagus gedung-gedung pencakar langit semua, kita makan di restoran lupa saya namanya. Saya tanya kenapa bisa maju begini bos? Saya tanya teman saya. Presiden kita udah tahun ke-20 ini nggak ganti-ganti. Itu kan versi lain ya. Kebetulan saya sekretaris presiden jadi saya sering ketemu Pak ... nggak turun turun dia tuh, pantesan negeri saya dari negeri ketiga mau saya jadikan negeri kesatu jadi bener, negara kelas satu, jadi negara kelas tiga, nggak ada apa-apanya, sumber daya alam nggak ada," kata Hendro.

Hendro kemudian mengatakan stabilitas Indonesia perlu dijaga agar bisa menjadi negara maju. Dia mengingatkan presiden yang telah terpilih untuk dibiarkan bekerja, jangan diganggu dan 'digergaji' masa jabatannya.

"Jadi apa artinya? Menurut saya stabilitas pemerintahan harus diperhatikan, jangan digergaji digergaji, kita udah pilih presiden yang menang udah, ya biar dia kerjalah. Jangan digergaji, dimaki tiap hari, dimaki-maki, digonggong terus lima tahun, terus lima tahun berikutnya, ujung-ujungnya 10 tahun, buat kampanye 2 tahun, jadi sebetulnya 8 tahun (menjabat)," ujarnya.

Hendro lalu menitipkan pesan kepada purnawirawan TNI yang saat ini masuk dalam partai politik agar masa jabatan presiden dalam satu periode jadi 10 tahun. Menurut Hendro, jika masa jabatan presiden satu periode lima tahun, kemungkinan besar di periode berikutnya akan mencalonkan diri lagi dan akan membuang biaya serta waktu untuk kampanye.

"Kebetulan ada Pak Sofian saya titip aja pada purnawirawan yang di parpol-parpol dan sekarang. Kenapa bikin habis duit begitu sih, kan sekarang sekaligus aja milih presiden 8 tahun habis itu turun, udah nggak boleh, ganti itu aja kan. Kenapa mesti lima tahun lima tahun, akhirnya kerjanya 8 tahun iya kan. Sibuk, udah sibuk apanya... buat periode berikutnya. Itu aja titipan," imbuhnya.

Simak juga 'Jenderal Andika Pensiun Desember 2022, Siapa Panglima TNI Berikutnya?':

[Gambas:Video 20detik]



(dek/imk)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT