Penyebab Terjadinya Gerhana Matahari: Proses dan Jenis-jenisnya

ADVERTISEMENT

Penyebab Terjadinya Gerhana Matahari: Proses dan Jenis-jenisnya

Widhia Arum Wibawana - detikNews
Selasa, 25 Okt 2022 16:45 WIB
Penyebab Terjadinya Gerhana Matahari: Proses dan Jenis-jenisnya
Penyebab Terjadinya Gerhana Matahari: Proses dan Jenis-jenisnya | Foto: Langit Selatan
Jakarta -

Penyebab terjadinya Gerhana Matahari dapat diketahui dari proses terjadinya peristiwa tersebut. Gerhana Matahari merupakan fenomena yang langka terjadi. Ada beberapa jenis Gerhana Matahari yang perlu diketahui.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang penyebab terjadinya Gerhana Matahari, simak penjelasannya berikut ini.

Pengertian Gerhana Matahari

Apa itu Gerhana Matahari? Gerhana Matahari adalah peristiwa jatuhnya bayang-bayang Bulan ke permukaan Bumi akibat terhalangnya sinar Matahari menuju Bumi oleh Bulan, seperti dikutip dari laman resmi Sumber Belajar Kemdikbud.

Seperti diketahui, Bumi dan Bulan selalu berputar sesuai dengan sistem tata surya. Matahari berputar pada porosnya, Bulan berputar mengelilingi Bumi, dan Bumi berputar pada porosnya sekaligus bersama Bulan berputar mengelilingi Matahari.

Terkadang selama dalam jalur orbitnya pada momen tertentu, Bulan dan Bumi menjadi satu garis atau sejajar. Jika hal ini terjadi maka inilah yang disebut dengan Gerhana. Jenis-jenis Gerhana yaitu ada Gerhana Bulan dan Gerhana Matahari.

Penyebab Terjadinya Gerhana Matahari: Proses dan Jenis-jenisnyaPenyebab Terjadinya Gerhana Matahari: Proses dan Jenis-jenisnya | Foto: Langit Selatan

Penyebab Terjadinya Gerhana Matahari

Seperti diketahui, Gerhana Matahari adalah gerhana yang terjadi akibat sinar Matahari menuju Bumi terhalang oleh Bulan. Penyebab terjadinya Gerhana Matahari adalah ketika posisi Bulan terletak di antara Bumi dan Matahari, sehingga menghalangi sebagian atau seluruh cahaya matahari.

Walaupun Bulan memiliki ukuran yang lebih kecil, Bulan mampu menghalangi cahaya Matahari karena jarak Bulan lebih dekat dari Bumi (jarak rata-rata 384.400 km) dibanding jarak Matahari ke Bumi (jarak rata-rata 149.680.000 km).

Proses terjadinya Gerhana Matahari adalah ketika posisi Matahari, Bulan, dan Bumi berada pada satu garis lurus. Di mana posisi Bulan terletak di sekitar titik potong antara bidang edar Bulan mengelilingi Bumi dan bidang edar Bumi mengelilingi Matahari.

Dampak Gerhana Matahari

Dampak melihat langsung Gerhana Matahari yakni pada bagian cincin terang dari matahari, walaupun hanya beberapa detik dapat mengakibatkan kerusakan permanen retina mata akibat radiasi tinggi yang dipancarkan dari fotosfer Matahari. Kerusakan yang ditimbulkan dapat mengakibatkan kebutaan.

Untuk menyaksikan Gerhana Matahari butuh menggunakan pelindung mata khusus. Selain itu dapat juga dengan menggunakan metode melihat gerhana secara tidak langsung.

Jenis-jenis Gerhana Matahari

Gerhana Matahari yang terjadi dapat berupa beberapa jenis Gerhana Matahari. Hal ini dapat diketahui berdasarkan penampakannya. Berikut ini macam-macam jenis Gerhana Matahari, seperti dilansir laman Space.

Macam-macam Gerhana Matahari yaitu:

Gerhana Matahari Total

Gerhana Matahari total adalah gerhana yang terjadi saat piringan Matahari tertutupi seluruhnya oleh piringan Bulan. Saat itu, piringan Bulan bisa tampak sama besar dengan piringan Matahari, atau bahkan lebih besar.

Kapan Gerhana Matahari total akan terjadi? Rata-rata adalah setiap 18 bulan sekali. Selama gerhana terjadi, Bulan akan melemparkan bayangan umbra ke permukaan Bumi, bayangan itu akan menutupi sepertiga dari seluruh planet hanya dalam beberapa jam. Gerhana Matahari total dapat berlangsung selama 7 menit 31 detik, meskipun sebagian besar gerhana total biasanya jauh lebih singkat.

Gerhana Matahari Sebagian (Parsial)

Gerhana Matahari sebagian adalah gerhana yang terjadi ketika piringan Bulan menutupi hanya sebagian piringan Matahari. Sebagian Matahari akan tetap terlihat selama gerhana ini terjadi. Maka dari itu, gerhana ini disebut sebagai Gerhana Matahari sebagian.

Gerhana Matahari Cincin

Gerhana Matahari cincin adalah peristiwa yang langka dan menakjubkan. Pada peristiwa ini, langit akan terlihat gelap. Durasi maksimum gerhana cincin adalah sekitar 12 menit 30 detik.

Gerhana Matahari cincin mirip dengan gerhana total karena Bulan tampak melintas di tengah Matahari. Bedanya, Bulan terlihat lebih kecil untuk menutupi piringan Matahari sepenuhnya. Seperti namanya, gerhana ini akan tampak seperti bentuk cincin.

Gerhana Matahari Hibrida

Gerhana Matahari hibrida adalah gerhana yang terjadi di satu titik akan terlihat seperti gerhana total, sementara di waktu lainnya akan terlihat seperti gerhana cincin. Dalam kebanyakan kasus, gerhana ini dimulai sebagai gerhana cincin karena ujung umbra tidak terlalu dekat dengan Bumi, kemudian akan menjadi gerhana total.

Meski begitu, gerhana matahari ini jarang terjadi. Dari semua Gerhana Matahari yang terjadi di bumi, sekitar 28% adalah gerhana total; 35% gerhana parsial; 32% gerhana cincin; dan hanya 5% gerhana hibrida.

Kapan Gerhana Matahari Terjadi?

Terbaru, Gerhana Matahari akan terjadi hari ini 25 Oktober 2022. Gerhana Matahari 25 Oktober 2022 ini adalah Gerhana Matahari sebagian. Dilansir laman resmi LAPAN, puncak gerhana Matahari sebagian terjadi pada tanggal 25 Oktober 2022 pukul 11.00.00 UT atau 18.00.11 WIB dan akan mulai pada pukul 08.58.21 UT dan berakhir pada pukul 13.02.18 UT.

Di mana gerhana Matahari 25 Oktober 2022 dapat disaksikan? Gerhana Matahari sebagian 25 Oktober 2022 hanya dapat disaksikan sebagian besar di wilayah Eropa, Afrika timur hingga Asia tengah.

Demikian penjelasan tentang penyebab terjadinya Gerhana Matahari beserta informasi seputar Gerhana Matahari dan fenomena Gerhana Matahari sebagian yang akan terjadi hari ini 25 Oktober 2022. Semoga bermanfaat!

Simak juga 'Penampakan Gerhana Matahari Cincin di Berbagai Negara Tahun Lalu':

[Gambas:Video 20detik]



(wia/imk)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT