Macan Dahan Langka Tertangkap Kamera di Areal Konservasi Wilmar

ADVERTISEMENT

Macan Dahan Langka Tertangkap Kamera di Areal Konservasi Wilmar

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Selasa, 25 Okt 2022 16:04 WIB
Macan Dahan
Foto: dok. Wilmar
Jakarta -

Keberadaan macan dahan (Neofelis diardi) terpantau di areal konservasi (high conservation value/HCV) PT Kencana Sawit Indonesia Wilmar Group di Solok Selatan, Sumatera Barat. Penampakan ini terbilang langka, mengingat jumlah predator endemik Pulau Sumatera tersebut yang semakin menyusut.

Supervisor Sustainability PT Kencana Sawit Indonesia Dafid Pirnanda menjelaskan kamera trap yang dipasang di areal konservasi perusahaan telah menangkap keberadaan macan dahan sebanyak dua belas kali dalam bentuk foto dan video. Tangkapan kamera tersebut terjadi dalam rentang waktu yang berbeda sejak periode Oktober hingga Desember 2021.

Menurut Dafid, temuan tersebut tentu menjadi indikator bagi kondisi areal konservasi hutan yang masih terjaga dengan baik.

"Ini adalah temuan yang menggembirakan, selain merupakan rekaman pertama akan keberadaan macan ini selama 11 tahun terakhir ini, juga membuktikan bahwa perusahaan sawit dapat berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (25/10/2022).

Sebagai informasi macan dahan atau Neofelis diardi merupakan satwa dengan status terancam (endangered) dalam red list International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN). Hewan ini juga termasuk satwa Apendiks I dalam Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) yang berarti tidak boleh diperdagangkan (Hearn et al. 2015).

Macan dahan juga merupakan satwa yang dilindungi pemerintah. Hal ini sebagaimana tercantum dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa (Pemerintah Republik Indonesia 1999) dan Peraturan MenLHK; No P.106/Menlhk/Setjen/Kum.1/12/2018 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20/Menlhk/Setjen/Kum.1/6/2018 Tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi.

Dafid menambahkan, pihaknya juga menerima informasi dari masyarakat seputar kebiasaan macan dahan. Salah satunya hewan ini sering ditemukan di malam hari, dan memiliki kebiasaan mengejar cahaya senter saat masyarakat berada di dalam hutan.

Macan dahan juga kerap mengincar jenis burung dan ayam hutan sebagai makanan. Kucing besar itu juga dapat ditemukan di dahan pohon dan di atas tanah, dan masih sering ditemukan di permukiman masyarakat.

"Karena dilindungi, macan dahan tidak menjadi target buruan masyarakat," ujar Dafid.

Lebih lanjut Dafid menjelaskan temuan macan dahan, menambah panjang daftar temuan fauna di areal konservasi perusahaan. Sebelumnya tim sustainability PT Kencana Sawit Indonesia telah menemukan sejumlah hewan, mulai dari enggang, kuau raja, enggang papan, enggang cula, elang bondol, elang hitam, hingga rangkong gading. Selain itu juga ditemukan julang emas, elang brontok, binturung, rusa, beruang madu, ungko, kukang bukang, kucing hutan, serta bajing tanah moncong runcing.

Simak juga 'Momen Saat Ratu Rimba Gunung Ciremai Dilepasliarkan':

[Gambas:Video 20detik]



(prf/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT