Mendagri Evaluasi Kinerja Pj Gubernur DKI Heru Budi per 3 Bulan

ADVERTISEMENT

Mendagri Evaluasi Kinerja Pj Gubernur DKI Heru Budi per 3 Bulan

Karin Nur Secha - detikNews
Senin, 17 Okt 2022 12:08 WIB
Jakarta -

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian melantik Heru Budi Hartono sebagai Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta selama setahun ke depan. Tito akan mengevaluasi Heru secara rutin.

"Tapi kita nanti akan evaluasi per 3 bulan. Setelah 1 tahun bisa diteruskan oleh orang yang sama atau orang yang berbeda tergantung dari hasil evaluasi," ujar Tito di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (17/10/2022).

Dalam kesempatan yang sama, dia juga berterima kasih kepada eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan eks Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. Menurutnya, tidak gampang mengemban jabatan tersebut selama lima tahun terakhir.

"Kompleks sekali masalah di Jakarta ini, insyaallah sudah selesai dalam keadaan husnul khatimah dan mendapat limpahan pahala yang sebanyak-banyaknya dari Allah subhanahu wa ta'ala," ucapnya.

Usai pelantikan, Tito juga berpesan kepada Heru agar dapat mengemban jabatan dengan amanah.

"Terlepas dari dinamikanya seperti apa. Saya mohon kepada Mas Heru ini adalah amanah dari Allah SWT," ungkapnya.

Dia juga mengatakan agar kepercayaan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan pemerintah dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Namun, Tito yakin Heru Budi bisa mengatasinya karena pernah bekerja di Provinsi DKI Jakarta.

"Baik yang reguler yang saya sampaikan yang rutin-rutin, permasalahan Jakarta kan kompleks, beliau bukan orang baru pasti beliau sudah paham," ungkapnya.

Dia juga mewanti-wanti terkait tantangan ke depan, seperti krisis global, krisis pangan, krisis energi yang berimbas ke berbagai sektor. Terutama sektor keuangan, keamanan, politik dan lain-lain.

"Ini mari kita bersama-sama menghadapi potensi inflasi," ungkapnya.

"Apalagi Jakarta nerve center, pusatnya sarafnya ekonomi politik Indonesia. Sambil juga tentunya penjabat mempersiapkan untuk mendukung proses pemilu dan pilkada serentak 2024," sambungnya.

(ain/jbr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT