Bima Arya: Pengelola Glow KRB Minta Maaf dan Akan Ikut Kebijakan Pemkot

ADVERTISEMENT

Bima Arya: Pengelola Glow KRB Minta Maaf dan Akan Ikut Kebijakan Pemkot

Muchamad Sholihin - detikNews
Senin, 10 Okt 2022 22:44 WIB
Walkot Bogor Bima Arya (Sholihin-detikcom)
Foto: Walkot Bogor Bima Arya (Sholihin-detikcom)
Bogor -

Wali Kota Bogor Bima Arya mengungkap pihak pengelola wisata di Kebun Raya Bogor (KRB) telah melakukan permintaan maaf atas surat penolakan penghentian aktivitas wisata cahaya buatan (Glow) yang diminta Pemkot Bogor. Pengelola disebut siap mengikuti aturan di Pemkot Bogor.

"Audiensi pihak MNR (pihak ketiga pengelola wisata di KRB) menyampaikan permohonan maaf dan mereka akan mengevaluasi semuanya, dan mereka akan ikut kebijakan Pemerintah Kota," kata Bima Arya, Senin (10/10/2022).

Bima menegaskan, aktivitas wisata Glow KRB bisa berjalan jika terpenuhi dua hal, yakni terkait riset dampak Glow terhadap keanekaragaman hayati di dalam KRB dan hal-hal berkaitan dengan para budayawan.

"Sampai saat ini saya tidak melihat Glow bisa dilanjutkan kecuali dua hal terpenuhi. Itu satu bisaa menjawab pertanyaan tentang riset atau dampak Glow secara ilmiah, dan yang kedua bisa menjawab apa yang dipertanyakan budayawan," kata Bima Arya.

"Selama dua hal itu tidak bisa diselesaikan maka Glow tidak akan bisa jalan," tambahnya.

Bima meminta, pihak pengelola wisata di KRB memiliki sudut pandang yang sama tentang aturan di Pemkot Bogor terkait aktivitas Glow. Sehingga penolakan atas permintaan penghentian sementara aktivitas Glow karena masih ada polemik dianggap sebuah kekeliruan.

"Menurut saya mereka nggak paham aja tentang aturan dan undang-undang kewenangan. Saya tegur keras lah. Saya nyatakan itu cara pandang yang keliru. Jadi kalau cara pandang seperti itu kita nggak bisa jalan sama-sama di Bogor," tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, Wali Kota Bogor Bima Arya mengaku mendapat surat penolakan dari pihak pengelola wisata Kebun Raya Bogor (KRB) terkait permintaan untuk menghentikan sementara operasional wisata cahaya buatan (Glow). Dalam surat itu, pihak pengelola meminta agar Bima Arya mengajukan penghentian Glow secara langsung ke Presiden Jokowi.

"Jadi saya mengirim surat kepada PT Mitra Natura Raya (pihak ketiga pengelola wisata KRB) karena situasinya tidak juga kondusif, walaupun pemkot sudah berupaya untuk memfasilitasi ada beberapa langkah dari pemkot meminta mereka untuk membangun komunikasi dengan IPB, dengan budayawan dan semua," kata Bima Arya, Rabu (5/10).

Namun kemudian, kata Bima, ia mendapat surat balasan dari pihak pengelola wisata di KRB dan menolak untuk menghentikan aktivitas glow.

"Namun tanggal 30 September saya menerima surat dari PT. MNR yang kalau dari isinya saya menyimpulkan bahwa Mitra Natura Raya ini keliru memahami kewenangan pemkot terhadap kebun raya. Jadi bahasanya juga sangat tidak pas, saya kira bahasanya mencerminkan pemahaman yang sangat keliru, meminta tidak mengikuti keputusan dari pemkot untuk menghentikan operasional dan meminta agar walikota menyampaikan langsung kepada presiden," beber Bima.

"Saya sangat menyanyangkan dan memberikan catatan, kalau tidak sama dengan cara pandang pemerintah kota, pemerintah kota betul betul menganggap kebun raya ini bukan saja hutan bukan saja untuk kelestarian alam tapi ini adalah identitas kota, ini adalah cagar budaya jadi kalau mereka tidak memiliki cara pandang yang sama ya lebih baik tidak boleh masuk Kota Bogor," tambahnya.

(maa/maa)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT