Operasional Wisata Cahaya Buatan 'Glow' di Kebun Raya Bogor Disetop

ADVERTISEMENT

Operasional Wisata Cahaya Buatan 'Glow' di Kebun Raya Bogor Disetop

Muchamad Sholihin - detikNews
Kamis, 15 Sep 2022 14:50 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya
Wali Kota Bogor Bima Arya (Muchamad Sholihin/detikcom)
Bogor -

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menghentikan sementara operasional Glow atau wisata cahaya buatan di dalam Kebun Raya Bogor. Sebabnya, masih ada polemik dan belum ada kesepakatan antarpeneliti terkait hasil riset dampak cahaya buatan terhadap keanekaragaman hayati di sekitar area Glow Kebun Raya Bogor.

"Disetop, iya (operasional Glow) disetop," kata Wali Kota Bogor Bima Arya ditemui setelah membuka pameran foto di Alun-alun Kota Bogor, Kamis (15/9/2022).

Bima menyebut penghentian operasional Glow di dalam Kebun Raya Bogor dilakukan karena masih ada polemik serta ada kesepakatan hasil penelitian dampak cahaya buatan terhadap keanekaragaman hayati. Selain itu, penolakan Glow masih dilakukan dari kelompok budayawan.

"Karena hasil riset yang belum disepakati bersama. Saya bilang dari awal ini (wisata Glow) bisa berjalan kalau sudah ada kesepakatan dengan (peneliti IPB)," kata Bima.

"Yang kedua juga ada penolakan yang sangat kuat dari budayawan. Selama belum ada kesepakatan, belum bisa jalan," tambahnya.

Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto menyebutkan pertemuan sempat dilakukan antara Forkopimda Kota Bogor, Kebun Raya Bogor dan peneliti IPB. Dalam pertemuan itu, Forkopimda sepakat operasional Glow belum diizinkan selama masih ada polemik.

"Karena titik temunya belum ada, diharapkan ada pertemuan kembali. Tapi pada intinya titik masalah adalah ketika riset yang dilakukan oleh BRIN mengatakan itu tidak masalah, tapi riset yang dilakukan oleh lembaga lain itu ada masalah," kata Atang ketika ditanyai terkait operasional Glow di Kebun Raya Bogor.

"Saya menyampaikan bahwa seharusnya, riset yang dipakai bukan riset dari BRIN. Tapi riset yang dipakai adalah dari pihak yang tidak berkepentingan, independen. Dan saya kira jurnal-jurnal internasional, jurnal nasional, jurnal ilmiah, yang telah mempelajari dampak dari cahaya, ataupun lampu terhadap ekosistem lingkungan udah banyak. Tinggal diperkuat lagi dengan riset dari lembaga independen. Itu saya kira bisa dijadikan titik tolaknya," tambahnya.

Lihat video 'Keren! Video Mapping Proklamasi di Pepohonan Kebun Raya Bogor':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT