Anies Ingin Kampung Gembrong Jadi Percontohan Terapkan Zero Run Off

ADVERTISEMENT

Anies Ingin Kampung Gembrong Jadi Percontohan Terapkan Zero Run Off

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Jumat, 07 Okt 2022 22:50 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan implementasi tarif integrasi Jak Lingko dan layanan mikrotrans AC. Anies juga sempat menjajal naik mikrotrans AC.
Anies Baswedan (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah meresmikan Kampung Gembira Gembrong bagi warga korban terdampak kebakaran. Ke depannya, Anies berharap kawasan ini dijadikan kampung percontohan yang menerapkan prinsip zero run off.

"Ini adalah contoh sebuah kampung yang menerapkan pendekatan namanya zero run off. Apa itu artinya? Zero itu nol, run off itu artinya aliran keluar," kata Anies Baswedan di Kampung Gembira Gembrong, Jatinegara, Jakarta Pusat, Jumat (7/10/2022).

Anies menjelaskan zero run off artinya kampung ini tak akan menyebabkan air melimpah ke luar kawasan. Nantinya, air akan ditampung di dalam 16 sumur resapan yang tersebar di berbagai titik.

"Ketika hujan disini airnya tidak dikirim ke sungai, tapi dimasukkan ke dalam tanah, sumur resapan. Ini jadi percontohan. Jadi bukan saja bangunannya bagus secara estetika tapi juga bangunannya modern secara konsep dan ramah lingkungan di dalam pengelolaan airnya," ujarnya.

Anies menyebut Kampung Gembira Gembrong dibangun dengan konsep menghadap ke sungai. Sehingga, banyak hal yang bisa dipelajari dari pembangunan Kampung Gembira Gembrong.

"Ini adalah kawasan yang boleh kita sebut kalau istilah kerennya water front kampung, kampung menghadap sungai," ucapnya.

"Saya ingin mengundang para pakar, para perancang wilayah datang ke tempat ini, lihat tempat ini, jadikan tempat ini pembelajaran untuk tempat lain di mana pun juga," tambahnya.

Eks Mendikbud itu juga berpesan agar penduduk terbuka terhadap pihak mana pun yang ingin mempelajari konsep Kampung Gembrong, di mana area yang sebelumnya perkampungan kumuh disulap menjadi kampung guyub.

"Tunjukkan ke mereka proses bangunnya gimana supaya nanti kita belajar, kalau ada kampung kumuh, yang padat itu suasana Kampung Gembrong dulu bukan? berubah sekarang kan? Dalam waktu berapa? lima bulan," tandasnya.

(taa/isa)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT