Luncurkan Tarif Integrasi MRT-LRT-TransJ, Anies: Babak Baru Kota Modern

ADVERTISEMENT

Luncurkan Tarif Integrasi MRT-LRT-TransJ, Anies: Babak Baru Kota Modern

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Jumat, 07 Okt 2022 20:41 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan meresmikan Rusun Asrama Polri di Jakarta, Selasa (4/10/2022).
Anies Baswedan (Foto: Fajar Briantomo)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan resmi meluncurkan tarif integrasi transportasi untuk tiga moda, yaitu LRT, MRT, dan TransJakarta. Anies menuturkan pihaknya menerapkan sistem berbasis account based ticketing (ABT) untuk proses pembayaran.

"Sekarang alhamdulillah sudah diluncurkan tarif integrasi dan ini membuat integrasi transportasi umum di Jakarta menjadi komplet, tuntas, dan pendekatan yang dilakukan menggunakan account based ticketing," kata Anies Baswedan di Halte CSW, Blok M, Jakarta Selatan, Jumat (7/10/2022).

Anies menuturkan sistem berbasis ABT ini hanya diterapkan di empat kota dunia, yakni London, Hong Kong, Singapura, dan kini DKI Jakarta. Anies meyakini sistem baru ini memberikan kemudahan dan kenyamanan kepada warga dalam memanfaatkan angkutan umum.

"Account based ticketing ini di dunia hanya ada empat kota di dunia: London, Hong Kong, Singapura, dan Jakarta. Ini saya dengar infonya dari Dirut JakLingko," ujarnya.

"Ini akan membuat masyarakat lebih nyaman lagi dalam menggunakan transportasi umum dan lebih terprediksi biaya yang keluar, karena maksimal pembiayaan nilainya Rp 10 ribu," tambah Anies.

Anies menyampaikan ada tiga aspek untuk memenuhi integrasi transportasi. Pertama adalah rute, kedua pengelolaan, dan ketiga adalah ticketing. Melalui peluncuran sistem pembayaran ini, seluruh aspek telah terpenuhi.

"Sekarang secara ticketing semuanya komplet, sebuah babak baru untuk kota modern. Kita bersyukur proses panjang itu tuntas," terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, Anies Baswedan turut meninjau Stasiun MRT ASEAN. Anies berujar di stasiun itu mulai diterapkan sistem pembayaran menggunakan pendeteksi wajah (face recognition).

"Jakarta mungkin menjadi tempat pertama yang gunakan face recognition untuk penumpang di kendaraan umum. Ini baru dilakukan di satu tempat," ujarnya.

Anies meyakini layanan integrasi ini mampu menjadi pilihan rasional bagi masyarakat dalam beraktivitas. Selain menawarkan ongkos transportasi lebih murah, sistem ini memudahkan mobilitas dari satu angkutan umum ke angkutan lainnya.

"Kita ingin masyarakat menggunakan kendaraan umum karena itu pilihan rasional. Ketika itu pilihan rasional, maka akan berbondong-bondong orang gunakan kendaraan umum. Jadi ini yang sore ini diluncurkan," ujar Anies.

(taa/eva)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT