Santainya Susi Pudjiastuti Usai Diperiksa Kejagung Jadi Saksi

ADVERTISEMENT

Santainya Susi Pudjiastuti Usai Diperiksa Kejagung Jadi Saksi

Muhammad Hanafi Aryan - detikNews
Jumat, 07 Okt 2022 20:36 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2014-2019, Susi Pudjiastuti didampingi Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Kuntadi memberi pernyataan pers usai pemeriksaan di Gedung Bundar Kejagung, Jakarta, Jumat (7/10/2022). Susi diperiksa sebagai saksi terkait dugaan korupsi impor garam.
Susi setelah diperiksa di Kejagung (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Susi Pudjiastuti diperiksa Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait kasus impor garam. Eks Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) itu memberikan tanggapan santai setelah diperiksa.

Susi diperiksa Kejagung pada Jumat (7/10/2022) sekitar pukul 09.00 WIB. Susi dicecar dengan 43 pertanyaan selama 3 jam pemeriksaan.

"Datang sekitar pukul 09.00. Diperiksa kurang lebih tiga jam. Ditanyai sebanyak 43 pertanyaan," kata Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (7/10/2022).

Susi diperiksa dalam perkara dugaan korupsi pemberian fasilitas impor garam industri pada 2016-2022. Susi diperiksa sebagai saksi.

"Saksi perkara impor garam," kata Ketut.

Respons Santai Susi

Setelah diperiksa, Susi Pudjiastuti pun memberikan keterangan. Susi menyebut, sebagai mantan pejabat negara, adalah hal biasa jika diperiksa dalam satu kasus.

"Sebetulnya, namanya saya sebagai bekas pejabat, ada kasus seperti ini, dipanggil, ya hal yang biasa. Tapi kawan-kawan rasanya kok heboh banget, sih," kata Susi di gedung Kejagung, Jakarta Selatan, Jumat (7/10).

"Jadi ya untuk saya pribadi sebagai warga negara yang baik, patuh dan mengikuti hukum aturan yang ada di negeri kita, pada saat kita dibutuhkan kita sebagai saksi, ya harus datang," kata dia.

Susi menyebut mengetahui terkait produksi dan regulasi garam. Karena itu, dia ingin memberikan pandangan terkait kasus garam itu kepada jaksa.

"Sebagai seseorang yang pernah mengerti bagaimana itu garam yang diproduksi oleh para petani, dan mengerti sedikit tentang tata niaga regulasi, ya tentu saya ingin berpartisipasi dalam ikut serta menjernihkan atau memberikan pendapat dan pandangan, dan juga apa yang pernah saya ketahui sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan," katanya.

Lebih lanjut, Susi mengatakan negara wajib melindungi petani garam. Cara melindungi petani garam itu, kata Susi, dengan memberikan harga yang stabil dan produksi yang baik.

"Tapi tentu persoalan di Kementerian Kelautan dan Perikanan adalah tentang perlindungan para petani garam yang memang diamanatkan dengan UU Nomor 7 Tahun 2016 yang diundangkan, di mana kita wajib melindungi petani garam. Melindungi petani garam dengan apa? ya dengan harga yang stabil dan baik, para petani berproduksi lebih baik, lebih banyak dengan harga yang terjamin di atas harga produksinya. Itu adalah kepentingan saya, kepentingan negara, kepentingan bangsa ini," tuturnya.

Susi menyebutkan jika ada oknum yang ingin memanfaatkan regulasi niaga soal garam ini tentu harus dihukum. Dia meminta agar pelaku dihukum setimpal.

"Yang terakhir, saya ingin kalau ada orang-orang yang ingin memanfaatkan tata regulasi niaga dalam hal perdagangan yang bisa merugikan para petani ya tentunya itu harus mendapatkan atensi dan tentunya ya hukuman yang setimpal," jelas Susi Pudjiastuti.

Simak video 'Dipanggil Kejagung, Susi: Eks Pejabat Dipanggil Hal Biasa':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya pada halaman berikut.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT