Susi Pudjiastuti soal Diperiksa Kejagung: Kok Rasanya Heboh Banget?

ADVERTISEMENT

Susi Pudjiastuti soal Diperiksa Kejagung: Kok Rasanya Heboh Banget?

Muhammad Hanafi Aryan - detikNews
Jumat, 07 Okt 2022 16:26 WIB
Susi Pudjiastuti
Susi memberikan keterangan pers usai diperiksa Kejagung. (Muhammad Hanafi/detikcom)
Jakarta -

Eks Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti mengaku heran terhadap pemberitaan dirinya yang dipanggil terkait kasus impor garam oleh Kejagung. Menurut Susi, pemanggilan dirinya sebagai saksi adalah hal yang wajar.

"Sebetulnya, namanya saya sebagai pejabat, ada kasus seperti ini dipanggil ya hal yang biasa tapi kawan-kawan kok rasanya heboh banget sih?" kata Susi Pudjiastuti di lobi Gedung Jampidsus Kejagung, Jakarta, Jumat (7/10/2022).

Dia mengatakan, sebagai warga negara yang baik dan taat hukum, sudah seharusnya dia memenuhi panggilan Kejagung sebagai saksi.

"Jadi ya untuk saya pribadi sebagai warga negara yang baik, patuh dan mengikuti hukum aturan yang ada di negeri kita, pada saat kita dibutuhkan kita sebagai saksi ya harus datang," ucapnya.

Dia mengaku mengetahui soal produksi dan regulasi garam. Karena itu, dia ingin memberikan pandangan terkait kasus garam itu kepada Jaksa.

"Sebagai seseorang yang pernah mengerti bagaimana itu garam yang diproduksi oleh para petani, dan mengerti sedikit tentang tata niaga regulasi ya tentu saya ingin berpartisipasi dalam ikut serta menjernihkan atau memberikan pendapat dan pandangan dan juga apa yang pernah saya ketahui sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan," katanya.

Lebih lanjut, Susi mengatakan negara wajib melindungi petani garam. Cara melindungi petani garam itu, kata Susi, dengan memberikan harga yang stabil dan produksi yang baik.

"Tapi tentu persoalan di Kementerian Kelautan dan Perikanan adalah tentang perlindungan para petani garam yang memang diamanatkan dengan UU Nomor 7 Tahun 2016 yang diundangkan, di mana kita wajib melindungi petani garam. Melindungi petani garam dengan apa? ya dengan harga yang stabil dan baik, para petani berproduksi lebih baik, lebih banyak dengan harga yang terjamin di atas harga produksinya. Itu adalah kepentingan saya, kepentingan negara, kepentingan bangsa ini," tuturnya.

Susi mengatakan, jika ada oknum yang ingin memanfaatkan regulasi niaga soal garam ini tentu harus dihukum. Dia meminta agar pelaku dihukum setimpal.

"Yang terakhir, saya ingin kalau ada orang-orang yang ingin memanfaatkan tata regulasi niaga dalam hal perdagangan yang bisa merugikan para petani ya tentunya itu harus mendapatkan atensi dan tentunya ya hukuman yang setimpal," jelasnya.

Simak selengkapnya pada halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT