ADVERTISEMENT

Kapolri: Indonesia Harus Jadi Negara Produsen, Bukan Konsumen

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Jumat, 07 Okt 2022 16:02 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (Azhar/detikcom)
Badung -

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengajak seluruh pihak untuk merealisasi penggunaan produk dalam negeri. Sigit mengatakan Indonesia seharusnya menjadi negara produsen, bukan negara konsumen.

"Kita harus mampu membangun ekonomi nasional yang mandiri dan tanpa ketergantungan dengan negara-negara lain. Kita harus mampu merubah paradigma Indonesia dari negara konsumen menjadi negara produsen," kata Sigit di acara 'Temu Bisnis Produk Dalam Negeri (PDN) Polri' Tahap IV di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Bali, Jumat (7/10/2022).

Sigit berharap Indonesia menjadi negara yang dibutuhkan negara-negara lain dalam masalah produksi. Dia pun menyoroti soal pentingnya peran UMKM dalam pertumbuhan ekonomi nasional.

"Kita harus mampu mempertahankan nilai ekonomi dari suatu transaksi tetap berada di dalam negeri, dan kita harus pintar. Bahkan ke depan kita harus mampu membuat bagaimana negara-negara justru melakukan impor dari Indonesia," katanya.

"Hal ini tentunya menjadi sangat penting karena UMKM memiliki peran yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan data kementerian koperasi dan UMKM, UMKM berkontribusi terhadap PDB sebesar 61,97 persen atau senilai Rp 8.573,89 triliun," tambahnya.

Selanjutnya, Sigit juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memajukan UMKM. Hal ini dilakukan demi mempertahankan Indonesia dalam menghadapi gejolak ekonomi di dunia.

"Dan kita yakin apabila hal tersebut bisa dilakukan, maka implikasi positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Indonesia akan terjadi, meskipun kita menghadapi tantangan gejolak ekonomi global," ujarnya.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengunjungi satu persatu booth-booth pelaku UMKM pada acara 'Temu Bisnis Produk Dalam Negeri (PDN) Polri' (Azhar BR/detikcom)Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengunjungi satu persatu booth-booth pelaku UMKM pada acara 'Temu Bisnis Produk Dalam Negeri (PDN) Polri' (Azhar BR/detikcom)

Tanggapan Pelaku UMKM

Kapolri sempat mengunjungi satu persatu booth-booth pelaku UMKM pada acara 'Temu Bisnis Produk Dalam Negeri (PDN) Polri. Salah satunya yakni booth produk lokal bernama Cartenz yang memproduksi berbagai perlengkapan taktis.

"Kesan pesan kami dikunjungi Pak Kapolri, luar biasa, memberikan kepada masyarakat para pengusaha untuk kita juga bisa belajar untuk melakukan penjualan atau melakukan produksi dengan barang-barang yang dibuat benar-benar di Indonesia, 100 persen Indonesia," kata pelaku usaha Cartenz, Billy Andrias Budijanto usai ditemui Kapolri.

Billy mengaku ditanyai Kapolri soal material yang diproduksi apakah seluruhnya menggunakan produk dalam negeri atau masih mengimpor. Usaha yang mulai bergerak pada tahun 2016 itu memang memproduksi berbagai perlengkapan untuk Polri maupun TNI.

"Ditanya dari beliau 'Apakah barang ini produksi dalam negeri?', 'Ya, produksi dalam negeri'. Dan 'Berapa lama sudah berusaha di bidang ini?', saya berkata 'Kami sudah cukup lama dan mulai masuk di Polri di tahun 2020'," katanya.

Diketahui, acara yang digelar pada 6-7 Oktober 2022 ini telah dibuka Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan pada hari pertama. Kemarin, Luhut mengapresiasi Polri yang sudah berhasil menggunakan barang produk dalam negeri di atas 70 persen.

Pengadaan barang dan jasa oleh pemerintah dilakukan oleh pemerintah pusat dan juga daerah dengan menggunakan anggaran APBN dan APBD. Pada 2022 ini, anggaran APBN naik menjadi Rp 1.714,2 triliun dan APBD dengan anggaran Rp 1.197,2 triliun yang berasal dari uang rakyat.

Perlu diketahui Polri merupakan lembaga negara yang termasuk dalam 5 besar dengan belanja pengadaan barang dan jasa (PBJ) tertinggi dengan nilai belanja sebesar Rp 56,2 triliun. Dengan ini, Polri berkomitmen mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam hal penggunaan produk dalam negeri, dengan target minimal 40 persen pada pengadaan barang dan jasa Polri.

(azh/knv)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT