Kapolri: Indonesia Peringkat Ke-6 Pertumbuhan Ekonomi Terbaik di G20

ADVERTISEMENT

Kapolri: Indonesia Peringkat Ke-6 Pertumbuhan Ekonomi Terbaik di G20

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Jumat, 07 Okt 2022 15:39 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di acara Temu Bisnis Produk Dalam Negeri (PDN) Polri Tahap IV di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Bali
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di acara 'Temu Bisnis Produk Dalam Negeri (PDN) Polri' Tahap IV di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Bali (Azhar/detikcom)
Bali -

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan bahwa Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi yang cukup baik pada 2022. Indonesia disebut berada di peringkat keenam dengan pertumbuhan ekonomi terbaik di antara negara G20 lainnya.

"Pertumbuhan ekonomi kita di tahun 2022 ini mampu tumbuh sebesar 5,44 persen atau meningkat 0,43 persen dibandingkan kuartal pertama sebesar 5,01 persen. Dengan peningkatan tersebut kita berada pada peringkat keenam terbaik di antara negara-negara G20," kata Sigit di acara 'Temu Bisnis Produk Dalam Negeri (PDN) Polri' Tahap IV di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Bali, Jumat (7/10/2022).

"Dan tentunya alhamdulillah kita bisa mengalahkan beberapa negara maju seperti Inggris yang saat ini mencapai 4,4 persen, Korea Selatan 2,9 persen, Amerika Serikat 1,8 persen, dan Jepang 1,2 persen," sambungnya.

Sigit menyebut Indonesia berhasil mengatasi krisis berdasarkan neraca perdagangan pada Agustus 2022. Indonesia juga disebut memiliki jumlah ekspor yang lebih tinggi dibandingkan impor.

"Keberhasilan Indonesia dalam mengatasi krisis keuangan juga terlihat dari bagaimana neraca perdagangan Indonesia yang terus menunjukkan tren surplus pada bulan Agustus 2022, yaitu mencapai USD 5,76 miliar, di mana tren tersebut terus berlanjut hingga memasuki bulan ke-28 sehingga secara akumulatif surplus neraca perdagangan mencapai USD 34,92 miliar," katanya.

"Hal ini berarti jumlah ekspor kita lebih tinggi dari impor yang akhirnya berdampak terhadap peningkatan kegiatan produksi dalam negeri, dan menambah jumlah lapangan kerja sehingga tentunya berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia," tambahnya.

Lebih lanjut, Sigit mengatakan Indonesia memiliki peluang menjadi negara maju apabila pertumbuhan ekonomi bisa dipertahankan di 5 persen.

"Apabila kita mampu gerus mempertahankan pertumbuhan ekonomi kita untuk di atas 5 persen setiap tahunnya, diprediksi kita dapat menjadi negara maju sebelum tahun 2045," ujarnya.

Diketahui, acara yang digelar pada 6-7 Oktober 2022 telah dibuka Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan pada hari pertama. Kemarin, Luhut mengapresiasi Polri yang sudah berhasil menggunakan barang produk dalam negeri di atas 70 persen.

Pengadaan barang dan jasa oleh pemerintah dilakukan oleh pemerintah pusat dan daerah dengan menggunakan anggaran APBN dan APBD. Pada 2022 ini, anggaran APBN naik menjadi Rp 1.714,2 triliun dan APBD dengan anggaran Rp 1.197, 2 triliun yang berasal dari uang rakyat.

Perlu diketahui Polri merupakan lembaga negara yang termasuk dalam 5 besar dengan belanja pengadaan barang dan jasa (PBJ) tertinggi dengan nilai belanja sebesar Rp 56,2 triliun. Dengan ini, Polri berkomitmen mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam hal penggunaan produk dalam negeri, dengan target minimal 40 persen pada pengadaan barang dan jasa Polri.

(dek/dek)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT