Fadli Zon: Dunia Soroti soal Gas Air Mata, Jangan Sampai Kita Menyangkal

ADVERTISEMENT

Fadli Zon: Dunia Soroti soal Gas Air Mata, Jangan Sampai Kita Menyangkal

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Jumat, 07 Okt 2022 10:37 WIB
Politikus senior PAN Amien Rais bertandang ke gedung DPR. Dia menjadi pembicara dalam sebuah diskusi tentang DPT Pemilu 2019.
Fadli Zon. (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta -

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengumumkan 6 tersangka dalam tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Anggota Komisi I DPR Fadli Zon menekankan penggunaan gas air mata dalam Tragedi Kanjuruhan menjadi sorotan dunia.

"Saya kira dunia sekarang menyoroti. Bahkan koran-koran penting dunia, seperti Washington Post, New York Times, itu saja menyimpulkan bahwa itu adalah gas air mata. Jadi menurut saya, jangan sampai nanti kita melakukan denial tetapi dunia melihat lain," kata Fadli Zon kepada wartawan, Jumat (7/10/2022).

Fadli mengatakan saat ini solidaritas dari para pendukung sepakbola di kancah internasional bermunculan dalam merespons peristiwa maut tersebut. Dia menilai harus ada yang bertanggung jawab secara hukum atas penggunaan gas air mata.

"Ini kan ada solidaritas sepakbola sedunia, jadi sebaiknya apa adanya. Kalau salah ya salah saja menurut saya jelas penggunaan gas air mata itu salah dan harus ada yang bertanggung jawab dan harus ada yang dihukum," ujarnya

Waketum Gerindra ini lalu menyinggung kelayakan stadion yang dipersoalkan dalam peristiwa Kanjuruhan. Menurutnya, keadaan pintu yang terkunci dan tangga yang curam tidak akan mengakibatkan kematian massal.

"Selama ini kan bukan ini yang pertama kali dipakai, kan. Dan rasanya sih soal urusan tangga dan terkunci itu nggak akan mematikan. Kalau kepeleset paling patah kaki atau keseleo," kata dia.

Polri Umumkan 6 Tersangka

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengumumkan 6 tersangka dalam tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Salah satu tersangka itu adalah Direktur Utama PT LIB Akhmad Hadian Lukita.

"Berdasarkan gelar dan alat bukti permulaan yang cukup maka ditetapkan saat ini 6 tersangka," kata Sigit di Polresta Malang Kota, Kamis (6/10).

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT