Terungkap Pemberi Komando Gas Air Mata di Kanjuruhan, Kini Jadi Tersangka

ADVERTISEMENT

Terungkap Pemberi Komando Gas Air Mata di Kanjuruhan, Kini Jadi Tersangka

Haris Fadhil - detikNews
Jumat, 07 Okt 2022 09:29 WIB
Suporter Arema FC memasuki lapangan setelah tim yang didukungnya kalah dari Persebaya dalam pertandingan sepak bola BRI Liga 1 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022). ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/tom.
Suasana kericuhan di Stadion Kanjuruhan Malang (Foto: ANTARA FOTO/ARI BOWO SUCIPTO)
Jakarta -

Polri menetapkan enam orang sebagai tersangka terkait tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 131 orang, di mana tiga di antaranya ialah personel Polri. Dua di antara polisi yang menjadi tersangka diduga merupakan pemberi komando penggunaan gas air mata di Stadion Kanjuruhan.

Pengumuman tersangka terkait tragedi Kanjuruhan itu disampaikan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada Kamis (6/10/2022). Para tersangka dijerat Pasal 359 dan Pasal 360 KUHP terkait kesalahan atau kealpaan yang menyebabkan kematian orang lain. Mereka juga dijerat Pasal 103 dan Pasal 52 UU RI Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan.

"Berdasarkan gelar dan alat bukti permulaan yang cukup, maka ditetapkan saat ini enam tersangka," kata Sigit dalam jumpa pers.

Enam tersangka itu ialah Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Akhmad Hadian Lukita, Ketua Panpel Arema FC Abdul Haris, Security Officer SS, Kabag Ops Polres Malang Wahyu S, Danki Brimob Polda Jatim H dan Kasat Samapta Polres Malang Bambang Sidik Achmadi.

Sigit kemudian menjelaskan peranan para tersangka, termasuk yang merupakan anggota Polri. Sigit mengatakan Kabag Ops Polres Malang Wahyu mengetahui adanya aturan FIFA tentang larangan penggunaan gas air mata, tapi tidak mencegah atau melarang pemakaian gas air mata di Stadion Kanjuruhan.

"Kemudian Saudara H Brimob Polda yang bersangkutan memerintahkan anggotanya untuk melakukan penembakan gas air mata," ujar Sigit dalam jumpa pers.

Sigit juga menjelaskan peran Kasat Samapta Polres Malang Bambang Sidik Achmadi. Bambang diduga memerintahkan anggotanya menembakkan gas air mata.

"Kasat Samapta Polres Malang pidana pasal 359, pasal 360 memerintahkan anggotanya untuk melakukan penembakan gas air mata," ujar Kapolri.

20 Polisi Langgar Etik

Sigit juga menyebut 20 orang polisi diduga menjadi pelanggar etik sehingga menyebabkan tragedi di Stadion Kanjuruhan. Sebanyak 20 polisi itu terdiri dari pejabat utama hingga atasan pemberi perintah penembakan gas air mata.

"Terkait dengan pemeriksaan internal, kita telah memeriksa 31 orang personel. Ditemukan bukti yang cukup terhadap 20 orang terduga pelanggar," kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Berikut inisial nama para pelanggar:

4 polisi pejabat utama Polres Malang:
- AKBP FH
- Kompol WS
- AKP BS
- Iptu BS

2 polisi perwira pengawas dan pengendali:
- AKBP AW
- AKP D

3 polisi atasan yang memerintahkan penembakan gas air mata:
- AKP H
- AKP US
- Aiptu BP

11 polisi yang menembakkan gas air mata di dalam Stadion Kanjuruhan

"Terkait temuan tersebut, tentunya setelah ini dengan segera akan dilaksanakan proses untuk pertanggungjawaban etik. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan, jumlah ini masih bisa bertambah," kata Sigit.

Simak juga Video: Yang Diketahui Sejauh ini Tentang Tragedi Kanjuruhan

[Gambas:Video 20detik]



(haf/yld)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT