5 Fakta Baru Tragedi Kanjuruhan, 6 Tersangka hingga soal Gas Air Mata

ADVERTISEMENT

5 Fakta Baru Tragedi Kanjuruhan, 6 Tersangka hingga soal Gas Air Mata

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 07 Okt 2022 07:54 WIB
kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat umumkan tersangka tragedi Kanjuruhan
Foto: Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat umumkan tersangka tragedi Kanjuruhan (M Bagus Ibrahim/detikJatim)
Jakarta -

Fakta-fakta baru terkait tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, terungkap. Mulai dari ada enam tersangka yang dianggap bertanggung jawab hingga soal siapa yang memerintahkan menembak gas air mata ke arah tribun penonton.

Berikut 5 fakta terbaru tragedi Kanjuruhan yang diungkap oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo:

1. Jumlah Tersangka 6 Orang

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengumumkan tersangka Tragedi Kanjuruhan. Direktur Utama PT LIB Akhmad Hadian Lukita menjadi salah satu yang ditetapkan sebagai tersangka.

"Berdasarkan gelar dan alat bukti permulaan yang cukup, maka ditetapkan saat ini enam tersangka," kata Kapolri dalam jumpa pers, Kamis (6/10/2022).

Lima tersangka lainnya ialah Kabag Ops Polres Malang Wahyu SS, Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan berinisial AH, Security Officer berinisial SS, Danki 3 Brimob Polda Jatim berinisial H dan Kasat Samapta Polres Malang berinisial TSA.

Stadion Kanjuruhan, Malang usai 131 orang meninggalStadion Kanjuruhan, Malang usai 131 orang meninggal Foto: Deny Prastyo Utomo

2. Kelalaian Dirut PT LIB

Kapolri menyebut PT Liga Indonesia Baru (LIB) tidak melakukan verifikasi Stadion Kanjuruhan, khususnya terkait keselamatan penonton. Verifikasi Stadion dilakukan pada tahun 2020.

"Kita melakukan olah TKP. Berdasarkan hasil pendalaman, ditemukan bahwa PT LIB selaku penyelenggara Liga 1 tidak melakukan verifikasi terhadap Stadion Kanjuruhan," ujar Sigit.

Sigit menyebut verifikasi terakhir yang dilakukan PT LIB digelar pada 2020. Catatan terkait Kanjuruhan, katanya, tidak dipenuhi PT LIB.

"Verifikasi terakhir dilakukan pada tahun 2020 dan ada beberapa catatan yang seharusnya dipenuhi, khususnya terkait dengan masalah keselamatan bagi penonton," ujarnya.

Tragedi Kanjuruhan: Dapatkah Gas Air Mata Memicu Kematian?Kondisi Stadion Kanjuruhan usai polisi tembakkan gas air mata. Foto: DW (News)

Sigit menyebut verifikasi Kanjuruhan tidak dikeluarkan pada 2022 dan masih merujuk verifikasi 2020. Dia menyatakan tak ada perbaikan atas catatan hasil verifikasi Kanjuruhan.

"Di tahun 2022 tidak dikeluarkan verifikasi dan menggunakan hasil yang dikeluarkan pada tahun 2020 dan belum ada perbaikan terhadap catatan hasil verifikasi tersebut," katanya.

Dia juga menyebut tim menemukan fakta tidak adanya rencana darurat untuk menangani situasi khusus dari laga Arema versus Persebaya. Padahal, kata Sigit, penonton yang datang lebih dari 40 ribu.

"Tentunya kelalaian tersebut menimbulkan pertanggungjawaban," ujar Kapolri.

3. Ada 11 Tembakan Gas Air Mata

Jenderal Sigit menyebut ada sebelas tembakan gas air mata dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang. Sigit menyebut tembakan gas air mata itu dilakukan untuk mencegah penonton saat itu turun ke lapangan.

"Dengan semakin bertambahnya penonton yang turun ke lapangan beberapa personel menembakkan gas air mata. Terdapat sebelas personel yang tembakkan (gas) air mata," kata Sigit.

Dari sebelas tembakan itu, kata Sigit, ada delapan tembakan gas air mata yang mengarah ke tribun. Tembakan inilah yang kemudian membuat para penonton kocar-kacir.

"Ke tribun Selatan kurang lebih tujuh tembakan, ke tribun Utara satu tembakan, dan ke lapangan tiga tembakan," ucap Sigit.

"Tentu lah ini yang kemudian mengakibatkan para penonton, terutama yang ada di tribun yang ditembakkan tersebut kemudian panik, merasa pedih, dan kemudian berusaha untuk segera meninggalkan arena," imbuhnya.

Sigit menyebut alasan personel Polri menembakkan gas air mata. Dia mengatakan keputusan ini dilakukan untuk meredam rencana para penonton turun ke dalam lapangan.

"Di satu sisi tembakan tersebut dilakukan dengan maksud untuk mencegah agar penonton yang kemudian turun ke lapangan itu bisa dicegah," imbuhnya.

Simak berita selengkapnya di halaman selanjutnya.

Simak Video: Yang Diketahui Sejauh ini Tentang Tragedi Kanjuruhan

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT