Bamsoet Harap P20 Jembatani Penyelesaian Konflik Rusia-Ukraina

ADVERTISEMENT

Bamsoet Harap P20 Jembatani Penyelesaian Konflik Rusia-Ukraina

Sukma Nur Fitriana - detikNews
Kamis, 06 Okt 2022 20:58 WIB
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) bersama Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menghadiri pembukaan The 8th G20 Parliamentary Speakers Summit (P20) yang digelar di DPR RI.
Foto: Dok. MPR RI
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menghadiri pembukaan The 8th G20 Parliamentary Speakers' Summit (P20) yang digelar di DPR RI. Pada kegiatan yang mengusung tema 'Stronger Parliaments for Sustainable Recovery' dibahas peran parlemen dalam berbagai isu utama G20.

Adapun peran parlemen dari negara-negara G20 yang dibahas adalah bagaimana perannya dalam membantu pemulihan ekonomi global, percepatan pembangunan berkelanjutan dan penerapan ekonomi hijau, keamanan pangan dan energi, efektivitas parlemen dalam memulihkan, memperkuat, dan memelihara demokrasi yang lebih tangguh di era pasca pandemi COVID-19, beserta inklusi sosial, kesetaraan gender, dan pemberdayaan perempuan.

"Sebagai tuan rumah P20, DPR RI dengan dukungan penuh dari MPR RI akan memainkan peran yang signifikan dalam memperkuat Presidensi Indonesia dalam G20. Joint statement yang dihasilkan P20, nantinya akan dibawa ke forum G-20 pada November 2022 di Bali," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Kamis (6/10/2022).

"Selain mengundang parlemen dari negara G-20 yang salah satunya dihadiri Ketua Parlemen Rusia Mrs. Valentina Matviyenko, P20 juga mengundang Parlemen Ukraina sebagai tamu undangan, yang hadir diwakili Wakil Ketua Parlemen Ukraina H.E. Mrs Olena Kondratiuk. Kita berharap, P20 juga bisa menjembatani penyelesaian konflik militer Rusia-Ukraina," imbuhnya.

Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan G20 merupakan kelompok informal dari 19 negara plus Uni Eropa yang terdiri dari Amerika Serikat, Argentina, Brazil, Australia, Kanada, Meksiko, Turki, Indonesia, Korea Selatan, Jepang, China, Jerman, Inggris, India, Arab Saudi, Afrika Selatan, Italia, Prancis, Rusia.

"G20 menjadi representasi wajah dunia, mengingat negara-negara yang tergabung di G20 menguasai sekitar 85% PDB dunia, 80% investasi global, 75% perdagangan dunia, dan 66% populasi dunia. Sebagai wakil rakyat masyarakat dunia, Parlemen dari negara anggota G20 harus terlibat aktif memberikan kontribusi substantif dalam berbagai isu pembahasan G20, sehingga bisa membantu mewujudkan dunia yang lebih sejahtera, aman, dan damai," jelas Bamsoet.

Bamsoet menambahkan kondisi dunia pasca pandemi COVID-19 membutuhkan parlemen yang kuat, representatif, dan efektif, yang bisa memastikan demokrasi dapat membantu pemulihan ekonomi global. Terutama saat ini, dunia juga sedang dihadapkan pada konflik militer antara Rusia dengan Ukraina, yang berdampak pada ketidakpastian global terhadap ketahanan pangan dan energi, hingga pasar keuangan.

"Parlemen G20 tidak bisa menjauhkan diri dari kenyataan tersebut. Melalui diplomasi dan dialog, Parlemen G20 harus mengambil pendekatan konstruktif menuju kemajuan perdamaian dan keamanan internasional melalui berbagai aksi nyata yang akan dirumuskan dalam Joint Statement di acara The 8th G20 Parliamentary Speakers' Summit ini," pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain, Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti, President of the Inter-Parliamentary Union (IPU) Duarte Pacheco, dan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi.

Sementara delegasi P20 yang hadir antara lain, Speaker of the House of Representatives Australia Milton Dick, Speaker of Lok Sabha (House of the People-India) Om Birla, Speaker of the Federation Council Russia Valentina Matviyenko, Speaker of the Shura Council Saudi Arabia Abdullah Mohammed Al Sheikh, Speaker of the National Assembly South Africa Nosiviwe Noluthando Mapisa-Nqakula, Speaker of the Grand National Assembly Turkiye Mustafa Sentop, Speaker of House of Common United Kingdom Sir Lindsay Hoyle, Vice-chairman of the Standing Committee of the National People's Congress of China Zhu Chen, and Vice Speaker of the National Assembly Republic Korea Young Joo Kim.

(akd/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT