Cerita Pilu Para Orang Tua Kehilangan Anak yang Meninggal di Kanjuruhan

ADVERTISEMENT

Cerita Pilu Para Orang Tua Kehilangan Anak yang Meninggal di Kanjuruhan

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Kamis, 06 Okt 2022 11:45 WIB
Siti Mariam
Siti Mariam (Foto: YouTube Setpres)
Jakarta -

Siti Mariam menceritakan momen pertama kali menerima kabar keluarganya menjadi korban meninggal di Tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Siti terkejut dan menangis saat menerima kabar anaknya meninggal dunia.

Cerita itu disampaikan Siti dalam video yang diunggah di akun YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (6/10/2022). Saat itu Siti bersama keluarga korban yang lain bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di RSUD Saiful Anwar, Malang, pada Rabu (5/10).

Siti mengatakan awalnya sempat melarang anaknya menonton sepakbola. Namun anaknya itu tetap kukuh pergi ke stadion.

"Waktu itu anak saya kan nggak kerja, ya terus katanya mau lihat sepakbola. Sama saya tuh sudah dilarang gitu lho, Mas. Mulai pagi sudah saya larang nggak boleh, itu kok maksa gitu lho, maksa terus sampai mau berangkat habis Magrib berangkatnya," kata Siti.

Siti menyebut anaknya itu bilang bakal pulang sekitar pukul 22.30 WIB malam. Namun, sampai pukul 23.00 WIB, Siti belum menerima kabar apa pun.

"Saya teleponi kok nggak bisa sampai pukul 3," ujar Siti.

Sekitar pukul 03.00 WIB, teman anak Siti datang ke rumah. Temannya itu juga mengabarkan banyak orang meninggal dunia di stadion.

"Terus dikabari kalau nggak ada gitu, katanya di sana ricuh, Bu, banyak yang meninggal gitu katanya. Saya terkejut, Mas, nangis," ujar Siti.

Cerita juga disampaikan keluarga korban lain bernama Sukardi. Sukardi menceritakan saat itu menerima telepon dari ponsel anaknya.

"Tapi yang bicara bukan anak saya. Kaget, ini siapa, ya," ujar Sukardi.

Setelah dipaksa Sukardi, si orang yang menelepon itu akhirnya memberi tahu bahwa anak Sukardi meninggal dunia. Dia langsung pingsan menerima kabar itu.

"Saya nggak tahu ada Arema, saya pingsan," ujar Sukardi.

Sukardi awalnya berniat langsung pergi ke Malang setelah menerima informasi itu. Namun dia diingatkan oleh keponakannya untuk menunggu sampai pagi.

(knv/dhn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT