Pesan Anies Agar Banjir Diselesaikan Scientific Bukan Politik

ADVERTISEMENT

Pesan Anies Agar Banjir Diselesaikan Scientific Bukan Politik

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 06 Okt 2022 06:52 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan meresmikan Rusun Asrama Polri di Jakarta, Selasa (4/10/2022).
Anies Baswedan. (Foto: Fajar Briantomo)
Jakarta -

Sejumlah titik di Jakarta sempat dilanda banjir usai hujan lebat pada Selasa kemarin. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menilai penanganan banjir diselesaikan dengan scientific bukan politik.

Banjir sempat melanda 80 RT di wilayah Jakarta pada Selasa (4/10) malam. Kemudian data per pukul 06.00 WIB, genangan masih melanda 9 RT yakni 2 RT di Jakarta Barat, 4 RT di Jakarta Timur, dan 3 RT di Jakarta Pusat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan seluruh genangan di Jakarta sudah surut per siang kemarin. BPBD DKI mengimbau masyarakat selalu waspada terhadap potensi banjir.

"Pascahujan lebat yang mengguyur Jakarta pada Selasa (4/10) sore, BPBD DKI Jakarta mencatat saat ini genangan sudah surut seluruhnya," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Isnawa Adji dalam keterangan tertulis, Rabu (5/10/2022).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan sumur resapan salah satu program penting mengatasi banjir. Anies mengklaim sumur resapan efektif membuat genangan cepat surut.

Anies Bicara Efektifitas Sumur Resapan

Pada Senin (4/10) kemarin, beberapa wilayah di Jakarta terendam banjir akibat hujan deras. Anies mengatakan telah mengupayakan pencegahan banjir di sejumlah titik rawan.

"Tim DKI mengirimkan alat-alat mulai dari truk damkar sampai pompa mobile ke lokasi-lokasi yang cekung sebelum hujan. Jadi, kalau teman-teman lihat mendung, alat-alat itu sudah berada di lokasi-lokasi yang terduga akan mengalami genangan sampai banjir," kata Anies saat ditemui di Pesanggragan, Jakarta Selatan, Rabu (5/10/2022).

Anies menilai wilayah berbentuk cekungan paling berpotensi terdampak banjir. Sumur resapan di titik rawan itu, kata Anies, sangat penting dan mampu mengurangi volume air genangan lebih cepat.

"Karena memang tempat-tempat yang cekungan seperti inilah yang paling potensi. Di situlah yang harus dipompa. Di situlah jawaban mengapa sumur resapan itu penting. Sumur resapan itu penting untuk daerah yang cekung," ujarnya.

"Terbukti di daerah-daerah yang sumur resapannya sudah terbangun dengan baik walaupun cekung terjadi genangan karena volume air hujan yang tinggi, tapi kecepatan surutnya menjadi sangat tinggi," sambungnya.

Anies menyampaikan tim gabungan berjibaku menyurutkan banjir ataupun genangan air.

"Tim bekerja all out untuk menyedot itu semua. Lagi-lagi Jakarta ini memang, satu, kita mengalami hujan yang tinggi. Kedua, ada kawasan-kawasan yang cekung. Di kawasan cekung itulah kita perlu solusi sumur resapan," ucapnya.

Anies Singgung Tuntaskan Masalah Banjir dengan Scientific Bukan Politik

Anies menilai masalah banjir harus diselesaikan dengan pendekatan ilmiah, bukan politik. Anies awalnya bicara soal sumur resapan. Dia menyebut sumur resapan dibuat di daerah yang cekung agar air lebih cepat surut.

Anies mengajak seluruh pihak bersikap dewasa soal penanganan banjir di Jakarta. Anies mengatakan banjir harus diselesaikan secara scientific, bukan politik.

"Kami berharap kedewasaan kita semua untuk melihat ini sebagai sebuah problem yang diselesaikan secara scientific, bukan semata-mata secara politik. Karena itu, yang dibutuhkan untuk ini adalah program sumur resapan di kawasan-kawasan yang cekung," ujarnya.

Dia menjelaskan sumur resapan berfungsi untuk menambah daerah resapan air di suatu wilayah sehingga banjir yang terjadi di wilayah cekungan akan cepat surut.

"Di situ kenapa kita lihat penting sekali menghormati ilmu pengetahuan dan melaksanakan ilmu pengetahuan, karena inilah solusi yang bisa kita andalkan. Ini pekerjaan rumah kita ke depan. Mudah-mudahan nanti diteruskan," tambahnya.

Simak juga Video: Sejumlah Motor Mogok Usai Terobos Banjir di Jalan Kapten Tendean Jaksel

[Gambas:Video 20detik]




ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT