ADVERTISEMENT

Anies Klaim Gerakan Pilah Sampah Reduksi 70% Beban TPST Bantargebang

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Rabu, 05 Okt 2022 16:26 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan meresmikan Rusun Asrama Polri di Jakarta, Selasa (4/10/2022).
Anies saat resmikan rusun asrama Polri. (Fajar Briantomo/detik)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan saat ini pihaknya tengah menggencarkan jalannya gerakan sadar pemilahan sampah. Anies mengklaim sampai saat ini gerakan tersebut telah mengurangi 60-70% beban sampah TPST Bantargebang.

Hal ini disampaikan Anies saat menyambangi Pusat Edukasi Jakarta Sadar Sampah atau Jakarta Recycling Center (JRC) di Pesanggragrahan, Jakarta Selatan. Anies mulanya menyampaikan, saat ini pihaknya mengedepankan model pengelolaan sampah terpadu untuk mengurangi jumlah sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA).

"Model ini memang paradigma baru, kenapa? Karena ada peran masyarakat. Partisipasi masyarakat dimulai dari pemilahan sampah, kemudian ada perubahan mekanisme pengangkutan sampah yang sudah terpilah dan terjadwal. Lalu, ada proses daur ulang sampah," kata dia.

Model pengelolaan sampah terpadu awalnya diuji coba di enam area di Kecamatan Pesanggrahan. Setelah itu, angkanya semakin bertambah menjadi 1.369 RW di Kota Jakarta.

"Alhamdulillah sudah berhasil mereduksi sampah sampai sebanyak 60 hingga 70 persen," ujarnya.

Anies menuturkan capaian tersebut akan diperluas ke seluruh Jakarta melalui penerapan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 77 tahun 2020 tentang Pengolahan Sampah Lingkup Rukun Warga serta Peraturan Gubernur Nomor 55 tahun 2021 tentang Pengurangan dan Penanganan Sampah.

"Alhamdulillah, sejauh ini sudah 13% dari rumah tangga yang konsisten melakukan pemilahan sampah. Ini harus kita teruskan, karena ini prosesnya mengubah kebiasaan, dari kebiasaan tidak memilah menjadi kebiasaan memilah, dari kebiasaan untuk tidak mengambil dengan jadwal tertentu dengan sekarang terjadwal berdasarkan jenis sampahnya," jelasnya.

Perlu diketahui, Pemprov DKI Jakarta juga telah meluncurkan Gerakan Jakarta Sadar Sampah, di mana masyarakat dapat berkolaborasi untuk mewujudkan Jakarta yang lebih bersih dan hijau lewat kesadaran untuk menanggulangi dan memanfaatkan sampah secara lebih baik.

Diperlukan perubahan pola pengelolaan sampah dari kumpul-angkut-buang, menjadi pemanfaatan sampah sebagai sumber daya. Pemilahan merupakan tahap penting dalam mengolah sampah sehingga dapat dimanfaatkan kembali.

Simak juga 'Menteri Trenggono Minta Nelayan Berhenti Tangkap Ikan, Kumpulkan Sampah Laut':

[Gambas:Video 20detik]




(taa/dek)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT