MK Aljazair dan Rumania Puji Pembukaan UUD 1945 soal Perdamaian Dunia

ADVERTISEMENT

MK Aljazair dan Rumania Puji Pembukaan UUD 1945 soal Perdamaian Dunia

Andi Saputra - detikNews
Rabu, 05 Okt 2022 11:25 WIB
Kongres ke-5 The World Conference on Constitustional Justice (WCCJ) di Bali.
Kongres ke-5 The World Conference on Constitustional Justice (WCCJ) di Bali. (Foto: Andi Saputra/detikcom)
Jakarta -

Presiden Mahkamah Konstitusi Aljazair Omar Belhadj memuji pembukaan UUD 1945 khususnya soal peran negara dalam mewujudkan perdamaian dunia. Hal itu disampaikan dalam rangkaian acara dari Kongres ke-5 The World Conference on Constitustional Justice (WCCJ).

Awalnya Omar Belhadj merasa senang memimpin sesi yang pertama yaitu 'Sources and Jurisdiction'.

"Saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada Indonesia, kepada rakyat Indonesia dan kepada saudara saya Yang Mulia Anwar Usman," kata Omar dalam pembukaan rangkaian acara dari Kongres ke-5 The World Conference on Constitustional Justice (WCCJ), Rabu (5/10/2022).

Menurut Omar Belhadj, keadilan konstitusi dan perdamaian merupakan sesuatu yang sangat penting. Perdamaian berkaitan dengan sengketa antara negara. Hal itu bisa berhimpitan dengan konflik politik yang sangat sulit dihindarkan. Oleh sebab itu, MK hadir untuk menengahinya.

"Keadilan konstitusional bisa ditafsirkan lewat Mahkamah Konstitusi," ucap Omar Belhadj.

Setelah itu, Ketua MK RI, Anwar Usman, menyatakan cita-cita perdamaian dunia dari Indonesia sudah dituangkan dalam UUD 1945. Dalam isu internasional itu, MK RI sudah pernah mengadili soal UU hasil perjanjian internasional, apakah MK bisa menguji produk perjanjian internasional itu. MK menolak permohonan pemohon tapi MK berhak mengadili UU tentang ratifikasi.

"Oleh sebab itu, keadilan harus diwujudkan dan dilaksanakan dalam berbangsa dan bernegara," ucap Anwar Usman.

Omar Belhadj menilai paparan Anwar Usman bukti MK menjadi faktor stabilitas dan bagian esensial penyelesaian sengketa penegakan perdamaian. Apalagi hal itu sudah ditekankan dalam Pembukaan UUD 1945.

"Saya juga ingin menyampaikan apresiasi kepada tentang perdamaian dalam UUD 1945. Ini sangat penting dalam prinsip dasar dalam negara. Kata 'merdeka' diucapkan 7 kali dalam UUD 1945 dan pertentangan penjajahan dan kolonialisme dan bertentangan dengan perikemanusiaan dan perikeadilan," ujar Omar.

Hal senada juga disampaikan Hakim Mahkamah Konstitusi Rumania, Simina Tănăsescu. Penyebutan perdamaian dan kemerdekaan berkali-kali di Pembukaan UUD 1945 merupakan sikap negara yang perlu dicontoh.

"Ini konsep yang harmonis dengan menolak perang sebagai instrumen agresi yang bertentangan dengan banyak orang," ujar Simina.

Dalam kesempatan itu, Menlu RI Retno Marsudi dalam sambutan juga menyatakan keadilan harus dicapai bersama dalam paradigma win-win solution, bukan di medan perang. Kedamaian dicapai lewat meja perundingan. Oleh sebab itu, MK mempunyai peran penting.

"MK juga memiliki peran penting untuk kewajiban negara mematuhi hukum internasional," ujar Retno Marsudi.

Dalam kesempatan itu, Omar Belhadj juga memberikan simpati dalam Tragedi Kanjuruhan. Hal itu disampaikan saat membuka pidatonya.

"Kami menyampaikan duka atas peristiwa kejadian di sepakbola Indonesia karena malapetaka ini," kata Omar Belhadj.

Kongres yang diikuti oleh 95 negara dan 4 organisasi tersebut dibuka oleh Presiden Joko Widodo secara resmi pada 5 October 2022 di Bali Nusa Dua Convention Centre, Bali. Selain itu, MKRI menyelenggarakan The 5th Indonesian Constitutional Court International Symposium (The 5th ICCIS) serta The AACC International Short Course yang digelar pada hari ini hingga Kamis (6/10) besok.

(asp/idn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT