Andre Rosiade Minta Polda Sumbar Cek Tambang Pasir Pantai di Pasie Jambak

ADVERTISEMENT

Andre Rosiade Minta Polda Sumbar Cek Tambang Pasir Pantai di Pasie Jambak

Gibran Maulana - detikNews
Selasa, 04 Okt 2022 10:45 WIB
Penasihat Tim Semen Padang FC (SP FC) Andre Rosiade
Foto: Andre Rosiade (Dok. Istimewa).
Jakarta -

Anggota DPR RI asal Sumatera Barat (Sumbar) Andre Rosiade mendapat aduan soal tambang pasir pantai di Pasie Jambak, Pasie Nan Tigo, Kototangan, Padang, yang meresahkan. Andre mendapat aduan tambang pasir itu membuat area pantai semakin mengecil dan sungai melebar diiringi banyak pohon pelindung roboh.

Aduan itu diterima Andre Rosiade dari Lurah Pasie Nan Tigo Rendra yang menyebut penambangan pasir ilegal di lokasi itu semakin brutal dan membahayakan. Dia meminta aparat turun tangan meninjau lokasi dan memberantas tambang berisiko itu.

"Kalau dibiarkan akan berbahaya. Merusak pantai, sungai dan sampai ke permukiman warga. Kami juga sudah melaporkan ke Polsek Koto Tangah. Mereka datang 8 Agustus 2022. Tapi sampai hari ini belum ada kemajuan," kata Rendra saat mengadukan masalahnya kepada Andre Rosiade, Senin (3/10) malam seperti dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (4/10/2022).

Lurah Pasie Nan Tigo mengatakan kepada Andre, hampir setiap hari terlihat belasan truk mengisi pasir yang disebut-sebut mengandung bijih besi dan membawanya ke luar lokasi. Jika terus dibiarkan, Pasie Jambak yang mempunyai pantai indah tinggal kenangan, bahkan bisa membuat rumah-rumah warga tenggelam.

Lurah itu juga menyebutkan kondisi jalan kampung Kelurahan Pasie Nan Tigo semakin menyedihkan karena setiap hari dilalui truk besar. "Bahkan walau dalam keadaan banjir, seperti Minggu 2 Oktober 2022 sekitar pukul 14.00 WIB truk-truk itu tetap melaju," katanya.

Andre Rosiade geram dengan keadaan di Pasie Nan Tigo. Andre menyebut, dia pernah melakukan peninjauan lokasi penambangan pasir ilegal di Muaro Anai, Pasie Jambak, pada 23 November 2019 sore. Saat itu, kata Andre, tambang ilegal marak dan membahayakan.

"Waktu kami sidak, enam bulan tak ada tambang beroperasi. Tapi hari ini kita melihat kembali terjadi dan membahayakan," kata Andre Rosiade.

Andre meminta aparat dan pemerintah serius menyikapi tambang yang masih marak. "Kami minta Kapolda Sumbar turun menyelesaikannya. Karena mereka seperti belum tersentuh hukum. Pemko Padang juga harus turut memberantas tambang ilegal ini," kata Andre yang juga ketua harian DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM).

(gbr/tor)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT