Andre Rosiade: Ada yang Iri Flyover Sitinjau Lauik Dibangun

ADVERTISEMENT

Andre Rosiade: Ada yang Iri Flyover Sitinjau Lauik Dibangun

Matius Alfons - detikNews
Rabu, 28 Sep 2022 18:39 WIB
Andre Rosiade
Andre Rosiade (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Andre Rosiade memastikan pembangunan flyover Sitinjau Lauik akan dilanjutkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Andre Rosiade mengatakan penyelesaian masalah flyover Sitinjau Lauik sudah masuk dalam rencana kerja Kementerian PUPR.

"Alhamdulillah proposal Hutama Karya sudah masuk ke Kementerian PUPR. Bahkan sedang diproses dan dievaluasi di tempat Dirjen Pembiayaan Infrastruktur PUPR Pak Herry Trisaputra Zuna. Untuk merasionalisasi angka-angkanya supaya lebih efisien. Selanjutnya, akan ada persetujuan izin studi dan persetujuan pemrakarsa dan dilanjutkan dengan lelang," kata Andre Rosiade dalam keterangannya, Rabu (28/9/2022).

Andre Rosiade memastikan rencana Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) sudah berjalan dengan baik. Dia menyebut proyek pembangunan flyover itu bisa disampaikan kemudian setelah berjalan.

"Alhamdulillah dari informasi Pak Dirjen, prosesnya sudah berjalan. Kalau persetujuan Komisi V DPR belum perlu. Cukup nanti pemberitahuan setelah proyek flyover dan dilaporkan pada nota APBN. Setelah proyek flyover, baru Komisi V diinformasikan," kata Andre Rosiade.

Anggota DPR dari dapil Sumbar ini juga menyentil ada pihak yang diduga iri dengan kinerjanya di DPR. Dia meminta pihak tersebut tidak asal berkomentar.

"Saya tidak ingin pembangunan Sumbar terhenti atau melambat. Jadi harus dicarikan solusinya. Tujuan saya bukan pencitraan, tapi mencarikan solusi untuk Sumbar. Karena anggota DPR itu tugasnya membantu pembangunan Sumbar," kata ketua harian DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM).

"Saran kami kepada yang bersangkutan banyak belajar. Agar jangan asal komentar di media. Saya juga heran, kenapa yang bersangkutan yang iri, Gubernur Sumbar saja mendukung," lanjut dia.

Sementara itu, anggota Komisi V DPR, Sudewo, mengatakan pembangunan flyover Sitinjau Lauik dengan skema pendanaan adalah KPBU dengan model AP (available payment) oleh PT Hutama Karya. Dia menjelaskan proses pembangunan itu awalnya diajukan proposal oleh Hutama Karya kepada Kementerian PUPR tentang keinginannya terkait model AP terhadap proyek.

"Pengertian AP adalah pembiayaan yang ditalangi oleh Hutama Karya kemudian pemerintah akan membayar secara bertahap dalam kurun waktu selama 15 tahun," katanya.

"Karena model AP, maka persetujuan terhadap proyek atau program tersebut tidak perlu melalui pembahasan di Komisi V DPR RI. Komisi V hanya fokus terhadap pengawasan pekerjaannya saja," katanya.

Saksikan juga d'Mentor on Location: Rahasia Dulang Rupiah Dari Limbah

[Gambas:Video 20detik]





(maa/tor)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT